Pengaruh Lingkungan Kerja dan Perlindungan Diri terhadap Keluhan Kesehatan Porter

Authors

  • Rahel Pebriani Universitas Kristen Teknologi Solo
  • Yonathan Suryo Pambudi Universitas Kristen Teknologi Solo

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1663

Keywords:

kondisi lingkungan kerja, keluhan kesehatan subjektif, perilaku perlindungan diri, porter, terminal

Abstract

Terminal Tirtonadi Surakarta merupakan kawasan transportasi dengan aktivitas kendaraan dan mobilitas manusia yang tinggi sehingga porter berpotensi mengalami paparan lingkungan kerja secara berulang. Paparan asap kendaraan, debu, panas, kepadatan aktivitas, dan sirkulasi udara yang kurang optimal dapat memicu keluhan kesehatan subjektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi lingkungan kerja dan perilaku perlindungan diri terhadap keluhan kesehatan subjektif pada porter di Terminal Tirtonadi Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 32 porter dan ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang mengukur kondisi lingkungan kerja, perilaku perlindungan diri, dan keluhan kesehatan subjektif. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap keluhan kesehatan subjektif dengan koefisien 0,848, nilai t 29,768, dan signifikansi 0,000. Perilaku perlindungan diri tidak berpengaruh signifikan secara parsial dengan koefisien -0,001, nilai t -0,054, dan signifikansi 0,957. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F 444,948 dan signifikansi 0,000. Koefisien determinasi sebesar 0,968 menunjukkan bahwa model menjelaskan 96,8% variasi keluhan. Disimpulkan bahwa keluhan kesehatan subjektif porter lebih kuat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan kerja daripada perilaku perlindungan diri secara parsial. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian sumber paparan, perbaikan sirkulasi udara, penyediaan area istirahat nyaman, dan edukasi perlindungan diri bagi porter di lingkungan terminal secara lebih terarah.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amirullah, A., Muhlisin, M., & Akbari, T. (2023). Pengaruh kualitas udara ambien terhadap keluhan subjektif gangguan pernapasan sebagai bahan kebijakan pengelolaan lingkungan hidup. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 7(2), 173–181. https://doi.org/10.56945/jkpd.v7i2.260

Arifin, M., Setiani, O., & Joko, T. (2020). Risiko kesehatan lingkungan pada pekerja sektor transportasi publik akibat paparan pencemar udara. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(2), 112–119.

Drastyana, S., Ambag, S. C., Ningrum, L. D. W., & Sutha, D. W. (2024). The impact of sick building syndrome and physical air quality on staff productivity in the hospital’s outpatient room of Rumah Sakit Umum Daerah Haji Indonesia. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 16(2), 144–152. https://doi.org/10.20473/jkl.v16i2.2024.144-152

Fauziyah, N., Raharjo, M., & Dewanti, N. A. Y. (2020). Hubungan ventilasi dan kondisi fisik lingkungan dengan kenyamanan ruang kerja. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 19(1), 1–8.

Ghozali, I. (2021). Aplikasi analisis multivariate dengan program IBM SPSS 26 (10th ed.). Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.). Cengage Learning.

Hartono, B., Fitria, L., & SAF, B. M. (2025). Tingkat risiko kesehatan pajanan PM2,5 pada masyarakat di sekitar Jalan Raya Daan Mogot Jakarta Barat tahun 2023. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 24(2), 176–184. https://doi.org/10.14710/jkli.71052

Hidayat, R., Setiani, O., & Nurjazuli. (2021). Analisis risiko kesehatan lingkungan pada pekerja area transportasi akibat paparan pencemar udara. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(3), 167–175.

Kurniawan, A., Wahyuningsih, N. E., & Raharjo, M. (2023). Persepsi pekerja terhadap kualitas lingkungan kerja dan kenyamanan kerja. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(1), 45–53.

Lestari, D. W., Fitri, A. D., & Novita, E. (2024). Survey of the relationship between indoor physical air quality (PM1, PM2.5, PM10) and symptoms of sick building syndrome in employees at the Plaju Primary Health Care and Alang-Alang Lebar Primary Health Care Palembang 2024. Sriwijaya Journal of Medicine, 7(3), 253. https://doi.org/10.32539/sjm.v7i3.253

Lu, C. Y., Lin, J. M., Chen, Y. Y., Chen, Y. C., & Li, C. Y. (2015). Building-related symptoms among office employees associated with indoor carbon dioxide and total volatile organic compounds. International Journal of Environmental Research and Public Health, 12(6), 5833–5845. https://doi.org/10.3390/ijerph120605833

Mawarni, F. M., Lestari, M., Windusari, Y., Andarini, D., Camelia, A., Nandini, R. F., & Fujianti, P. (2021). Keluhan sick building syndrome di Gedung PT. X. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 39–46. https://doi.org/10.14710/jkli.20.1.39-46

Muhith, A., Hannan, M., Mawaddah, N., & Aqnata, C. A. (2018). Penggunaan alat pelindung diri (APD) masker dengan gangguan saluran pernapasan pada pekerja di PT Bokormas Kota Mojokerto. Journal of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan), 3(1), 20–33.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Pangestika, R., & Wilti, I. R. (2021). Karakteristik risiko kesehatan non-karsinogenik akibat pajanan PM2,5 di tempat-tempat umum Kota Jakarta. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(1), 7–14. https://doi.org/10.14710/jkli.20.1.7-14

Pereira, F. G., Kurniawati, N. D., & Ulfiana, E. (2023). Perilaku pemakaian alat pelindung diri (APD) dengan gejala ISPA pada pengguna jalan raya pasca erupsi gunung. Journal of Telenursing (JOTING), 5(1), 51–57. https://doi.org/10.31539/joting.v5i1.5290

Pratiwi, D., & Nurjazuli. (2021). Hubungan kualitas lingkungan kerja dengan keluhan kesehatan pekerja. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 20(2), 89–96.

Qolifah, L. N., Wahyuningsih, N. E., & Darundiati, Y. H. (2024). Karakteristik risiko kesehatan non karsinogenik akibat paparan gas SO₂ dan NO₂ pada pemulung di TPA Jatibarang Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(1), 50–58. https://doi.org/10.14710/jkli.23.1.50-58

Rahmawati, D., & Setiani, O. (2019). Paparan pencemar udara pada kawasan transportasi dan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 18(2), 85–92.

Rizaldi, M. A., Nurjazuli, N., & Setiani, O. (2022). Hubungan kadar CO udara dengan kadar karboksihemoglobin pada pedagang kaki lima di sekitar traffic light Jalan Basuki Rahmat dan Jalan Gajah Mada Kabupaten Jember. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 90–99.

Sayan, H. E., & Dülger, S. (2021). Evaluation of the relationship between sick building syndrome complaints among hospital employees and indoor environmental quality. La Medicina del lavoro, 112(2), 153–161. https://doi.org/10.23749/mdl.v112i2.11012

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif. Alfabeta.

Tekin, M., & Arikan, I. (2023). Evaluation of the relationship between sick building syndrome and indoor environmental quality. Building and Environment, 227, 109836. https://doi.org/10.1016/j.buildenv.2022.109836

United States Environmental Protection Agency. (1991). Indoor air facts No. 4: Sick building syndrome. US EPA.

Wellid, I., Simbolon, L. M., Falahuddin, M. A., Nurfitriani, N., Sumeru, K., Sukri, M. F. B., & Yuningsih, N. (2024). Evaluasi polusi udara PM2.5 dan PM10 di Kota Bandung serta kaitannya dengan infeksi saluran pernafasan akut. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 23(2), 128–136. https://doi.org/10.14710/jkli.23.2.128-136

Wibisono, A. R., Nurjazuli, N., Joko, T., & Suhartono, S. (2022). Faktor risiko kejadian sick building syndrome pada pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan Lingkungan: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 19(2), 275–282. https://doi.org/10.31964/jkl.v19i2.493

World Health Organization. (2021). WHO global air quality guidelines: Particulate matter (PM2.5 and PM10), ozone, nitrogen dioxide, sulfur dioxide and carbon monoxide. WHO.

Wulandari, F., Joko, T., & Suhartono. (2022). Pengaruh kualitas lingkungan kerja terhadap keluhan kesehatan pada pekerja area transportasi. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(1), 55–63.

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

Pebriani, R., & Pambudi, Y. S. (2026). Pengaruh Lingkungan Kerja dan Perlindungan Diri terhadap Keluhan Kesehatan Porter. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 3756–3770. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1663