Pengaruh Literasi Kesehatan Digital, Self-Efficacy, dan Dukugan Suami Terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care Pada Ibu Hamil: Pengembangan Health Belief Modal

Authors

  • Renta Sihombing Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kesehatan Baru
  • Santi Widya Purba Universitas Efarina
  • Fransiska Debataraja Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baru
  • Salim Efendi Universitas Efarina

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1658

Keywords:

Antenatal Care, Digital Health Literacy, Husband Support, Health Belief Model, Self-Efficacy

Abstract

Kepatuhan kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan indikator penting dalam pelayanan kesehatan maternal yang berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi. Di era transformasi digital, literasi kesehatan digital menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi perilaku kesehatan ibu hamil. Selain itu, self-efficacy dan dukungan suami berperan penting dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan kehamilan. Health Belief Model (HBM) digunakan sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kepatuhan kunjungan ANC. Menganalisis pengaruh literasi kesehatan digital, self-efficacy, dan dukungan suami terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil melalui pengembangan Health Belief Model di wilayah kerja Puskesmas Matiti, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Sebanyak 73,7% responden patuh melakukan kunjungan ANC sesuai standar. Responden dengan literasi kesehatan digital tinggi sebesar 56,1%, self-efficacy tinggi sebesar 61,4%, dan dukungan suami baik sebesar 66,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa literasi kesehatan digital (p = 0,012), self-efficacy (p = 0,003), dan dukungan suami (p = 0,001) berhubungan signifikan dengan kepatuhan kunjungan ANC. Analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC dengan nilai OR = 4,72 (95% CI = 1,82–12,21). Literasi kesehatan digital, self-efficacy, dan dukungan suami berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil. Dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC. Oleh karena itu, upaya peningkatan keterlibatan suami, penguatan self-efficacy ibu hamil, serta peningkatan literasi kesehatan digital perlu menjadi fokus dalam program pelayanan kesehatan maternal untuk meningkatkan kepatuhan ANC dan mendukung pencapaian kesehatan ibu yang optimal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The exercise of control. Freeman.

Dahur, F. J., Hardianti, M., Sukmana, D., et al. (2025). The effectiveness of digital health literacy and online education on knowledge, antenatal care, and anxiety among pregnant women: A systematic literature review. Media Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, 35(4), 1416–1428.

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2015). Health behavior: Theory, research, and practice (5th ed.). Jossey-Bass.

Hartian, T., Mulyani, S., & Harahap, M. H. (2024). The relationship between husband's support and antenatal care visits for pregnant women. Health Care: Jurnal Kesehatan, 13(1), 185–189.

Lori, J. R., Kukula, V. A., Liu, L., et al. (2024). Improving health literacy through group antenatal care. BMC Pregnancy and Childbirth, 24, 37.

Nawabi, F., Krebs, F., Vennedey, V., et al. (2021). Health literacy in pregnant women: A systematic review. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(7), 3847. (MDPI)

Nutbeam, D. (2021). Health literacy as a public health goal. Health Promotion International, 36(1), 1–8.

Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the health belief model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335.

Sartika, K. R., Rahyani, N. K. Y., & Tirtawati, G. A. (2025). Analisis kepatuhan ibu hamil melakukan kunjungan antenatal care menggunakan teori Health Belief Model. Jurnal Kesehatan Tambusai, 7(1).

Sigala, D. P., Chaudhary, P., Schroder, T. H., et al. (2026). Effectiveness of digital tools on lifestyle and health-related outcomes across the maternal journey. Current Obesity Reports, 15, 45. (Springer)

Sitepu, F., Tamtomo, D., & Prasetya, H. (2023). Meta-analysis the effects of education, pregnancy planning, husband support, and distance to health facilities on ANC utilization. Journal of Maternal and Child Health, 8(4), 510–525. (Journal of Maternal and Child Health)

Tiwatu, F. V., & Lumintang, C. (2023). Husband support and maternal behavior in antenatal care examination. Lasalle Health Journal, 2(1), 15–20.

Wati, D. S., Ekasari, W. U., & Putra, R. N. L. (2023). Effect of husband's support on pregnant women's compliance with antenatal care. Jurnal Profesi Bidan Indonesia, 3(2). (Jurnal Profesi Bidan Indonesia)

World Health Organization. (2022). WHO recommendations on antenatal care for a positive pregnancy experience. WHO.

Zhang, Y., et al. (2026). Effect of empowerment interventions on health literacy and health behaviors of pregnant women: A systematic review and meta-analysis. Midwifery. (ScienceDirect)

Downloads

Published

2026-07-21

How to Cite

Sihombing, R., Purba, S. W., Debataraja, F., & Efendi, S. (2026). Pengaruh Literasi Kesehatan Digital, Self-Efficacy, dan Dukugan Suami Terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care Pada Ibu Hamil: Pengembangan Health Belief Modal. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 3680–3691. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1658