Aguron-Guron Dalam Babad Brahmana Kawya Nagara Smi Harum Kajian Pendidikan Agama Hindu Di Denkayu, Mengwi, Badung

Authors

  • Ida Bagus Agung Adya Pawanagupta Universitas Hindu Negri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • Gede Rai Parsua Universitas Hindu Negri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar
  • I Made Nasib Mardika Universitas Hindu Negri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1625

Keywords:

Aguron-guron, Babad Brahmana Kawya Nagara Smi Harum, Guru Loka, Pendidikan Agama Hindu

Abstract

 

Babad Brahmana Kawya Nagara Smi Harum merupakan karya sastra tradisional yang memuat ajaran aguron-guron sebagai sistem pendidikan Hindu yang menekankan hubungan guru (nabe) dan sisya dalam pewarisan nilai keagamaan, etika, dan spiritual. Ajaran tersebut masih hidup dalam kehidupan masyarakat Denkayu Baleran. Penelitian ini mengkaji permasalahan yang ada di masyarakat terkait dengan aktualisasi ajaran aguron-guron, makna ajaran Babad Brahmana Kawya Nagara Smi Harum bagi masyarakat Denkayu, serta dampak aktualisasinya terhadap perkembangan kehidupan masyarakat. Teori hermeneutika digunakan untuk menafsirkan makna dan pengaktualisasi ajaran dalam teks babad, sedangkan teori humanistik digunakan untuk menganalisis dampaknya terhadap pembentukan karakter dan kehidupan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa jenis observasi non partisipan, wawancara semi terstruktur, studi kepustakaan, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktualisasi ajaran aguron-guron dalam Babad Brahmana Kawya Nagara Smi Harum masih berlangsung melalui hubungan guru dan sisya, kedudukan griya sebagai pusat spiritual, tradisi mesiwa, nunas baos, serta berbagai aktivitas sosial-keagamaan masyarakat. Makna ajaran yang terkandung dalam babad meliputi nilai guru bhakti, swadharma, satya, pengendalian diri, tanggung jawab, dan pendidikan karakter yang menjadi pedoman dalam kehidupan masyarakat Denkayu Baleran. Aktualisasi ajaran tersebut juga memberikan dampak terhadap pembentukan karakter individu yang religius, disiplin, dan harmonis, menginspirasi terbentuknya lembaga pendidikan nonformal, serta memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat yang tetap menempatkan griya dan Ida Pedanda sebagai guru loka di tengah perkembangan modernisasi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiguna, I. G. A. M., Dkk. (2024). Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Karya Sastra Tradisional Sebagai Penguatan Karakter Generasi Muda. Jurnal Pendidikan Agama Hindu, 14(2), 190–198.

Adiguna, I. G. A. M., Dkk. (2024). Nilai Pendidikan Dalam Teks Silakramaning Aguron-Guron. Jurnal Pendidikan Agama Hindu.

Antari, I. A. M. D. (2025). Revitalisasi Sastra Bali Tradisional Sebagai Media Pendidikan Bahasa Dan Sastra Agama. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 10(2), 145–158.

Ardika, I. W. (2018). Sejarah Bali: Dari Prasejarah Hingga Modern. Denpasar: Udayana University Press.

Ardika, I. W., & Mahendra, I. G. A. (2020). Kajian Sastra Tradisional Bali Berbasis Nilai Pendidikan. Jurnal Ilmu Budaya, 8(2), 67–75.

Astuti, N. M. (2013). Nilai Pendidikan Dalam Sistem Aguron-Guron Di Banjar Umadiwang, Desa Batannyuh, Marga, Tabanan. Jurnal Pendidikan Agama Hindu.

Badan Pengembangan Dan Pembinaan Bahasa. (2023). Kamus Besar Bahasa Indonesia (Edisi V). Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi.

Babad Brahmana Asal Usul Keturunan Dang Hyang Dwijendra (Kawya Nagara Semi Harum). (2020). Terjemahan Lontar Babad Brahmana–Griya Pacung Umabian. Pasraman Giriya Semi Arum.

Bowen, G. A. (2009). Document Analysis As A Qualitative Research Method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. Https://Doi.Org/10.3316/QRJ0902027

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, And Mixed Methods Approaches (4th Ed.). Sage Publications.

Dewey, J. (1938). Experience And Education. Macmillan.

Donder, I. K. (2021). Filsafat Hindu Nusantara. Paramita.

Dwaja, I. G. N., & Mudana, I. N. (2016). Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ernayanti, N. P. (2014). Babad Arya Pinatih: Kajian Nilai Pendidikan Agama Hindu. Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar.

Etikan, I., Musa, S. A., & Alkassim, R. S. (2016). Comparison Of Convenience Sampling And Purposive Sampling. American Journal Of Theoretical And Applied Statistics, 5(1), 1–4.

Febriyanti. (2021). Konsep Pendidikan Humanistik Dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara. Jurnal Pendidikan, 6(12), 1631–1638.

Flick, U. (2018). An Introduction To Qualitative Research (6th Ed.). Sage Publications.

Hasbullah. (2008). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Rajagrafindo Persada.

Hossan, Dkk. (2025). Bridging Theory And Practice: Theoretical, Conceptual, And Research Frameworks. International Journal Of Business And Technopreneurship, 15(3), 267–278.

Kementerian Agama Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu. (2021). Kurikulum Pendidikan Keagamaan Pasraman Nonformal.

Kurniawan, S. (2021). Konsep Pendidikan Humanistik Ki Hajar Dewantara Dan Relevansinya Dalam Pendidikan Nasional. Jurnal Ilmu Pendidikan, 27(1), 15–23.

Maswinara, I. W. (2007). Sistem Filsafat Hindu. Paramita.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (2009). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (3rd Ed.). Sage Publications.

Ngurah, I. B. (2021). Etika Dan Sistem Pendidikan Tradisional Di Bali (Aguron-Guron). Vidya Wertta: Jurnal Pendidikan Hindu, 4(2).

Nurwadani, P., Dkk. (2016). Pendidikan Agama Hindu. Direktorat Jenderal Pembelajaran Dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, Dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Paramartha, I. W., & Suka Yasa, I. K. (2025). Model Pendidikan Hindu Bali Tradisional Aguron-Guron Sebagai Sistem Pembentukan Karakter Spiritual. Mudra: Jurnal Seni Budaya, 40(1), 88–99.

Patton, M. Q. (2015). Qualitative Research And Evaluation Methods (4th Ed.). Sage Publications.

Pemerintah Provinsi Bali. (2019). Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat Di Bali. Pemerintah Provinsi Bali.

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2014 Tentang Pendidikan Keagamaan Hindu.

Putra, I. B. R. (2012). Parama Dharma Dharmayatra Dang Hyang Dwijendra. Dharmopadesa.

Ratna, N. K. (2015). Teori, Metode, Dan Teknik Penelitian Sastra. Pustaka Pelajar.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Santika, N. W. R. (202X). Pemahaman Konsep Teologi Hindu (Perspektif Pendidikan Agama Hindu). Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama Dan Budaya Hindu.

Soebandi, J. M. G. K. (1998). Babad Warga Brahmana Pandita Sakti Wawu Rauh. Manikgeni.

Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.

Sukasari. (2020). Pendidikan Agama Hindu Dalam Sistem Aguron-Guron (Asewaka Dharma). Jurnal Pendidikan Agama Hindu, 10(1), 45–53.

Sutriyanti, N. K. (2024). Intisari Susila. PT Nilacakra Publishing House.

Taufikin, & Ma'shumah, L. A. (2025). Ki Hajar Dewantara's Perspective On The Concept Of Independent Education And Its Relevance To Independent Learning In Indonesia. Edukasi Islamika, 96–110.

Teeuw, A. (2003). Sastra Dan Ilmu Sastra. Dunia Pustaka Jaya.

Tilaar, H. A. R. (2012). Pendidikan, Kebudayaan, Dan Masyarakat Madani Indonesia. Rineka Cipta.

Utama, F. G. A. (2025). Babad Nitik Sebagai Sumber Sejarah. ISTORIA: Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Sejarah, 17(2). Https://Doi.Org/10.21831/Istoria.V17i2.39209

Widyawati, G. R. (2014). Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Sistem Aguron-Guron Pada Adi Parwa. Jurnal Pendidikan Hindu.

Wijaya, I. K., & Laksmi, N. M. (2021). Pendidikan Agama Hindu Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Dharma Acarya, 5(1), 1–9.

Winanti, N. M. (2021). Pasraman Sebagai Lembaga Pendidikan Keagamaan Hindu Dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik. Jurnal Penelitian Agama Hindu, 5(2).

Downloads

Published

2026-07-20

How to Cite

Pawanagupta, I. B. A. A., Parsua, G. R., & Mardika, I. M. N. (2026). Aguron-Guron Dalam Babad Brahmana Kawya Nagara Smi Harum Kajian Pendidikan Agama Hindu Di Denkayu, Mengwi, Badung. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 3525–3534. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1625