Pembelajaran Sastra Terintegrasi Pendidikan Gender

Authors

  • Redhitya Wempi Ansori Universitas Nahdlatul Ulama Blitar
  • Agus Yulianto Universitas Nahdlatul Ulama Blitar

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v2i2.159

Keywords:

Sastra, Gender, Pendidikan

Abstract

Peran institusi pendidikan untuk memahamkan perihal gender sangat fundamental, karena pendidikan merupakan jalan terang yang membawa manusia menjadi manusia seutuhnya. pendidikan sastra dalam konteks ini dianggap tepat untuk memperkenalkan konsep gender kepada peserta didik.  Penelitian ini menggunakan penelitian Kulitatif. Kajian ini menggunakan penelusuran berbagai pustaka yang ada. Pustaka tersebut berasal dari jurnal, dokumen, prosiding. Bagian yang menjadi fokus adalah pembelajaran sastra yang terintegrasi dengan pendidikan gender. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti itu sendiri. Analsis data menggunakan reduksi data, Penyajian data, dan verifikasi Keabsahan data menggunakan trriangulasi data. Pembelajaran sastra terintergrasi dengan pendidikan gender dapat diwujudkan dengan Kompetensi dasar, penggunaan media dan sumber ajar, dan metode pembelajaran. Sedangkan, output yang diharapkan adalah pemahaman kesetaraan gender, saling menghargai, sehingga tidak terjadi dominasi, memahami peran sesuai dengan tugas dan porsi kewajiban masing-masing, memiliki kesamaan akses, dan memliki hak berpartisipasi dalam bidang apapun.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bararah, I. (2022). Fungsi Metode terhadap Pencapaian Tujuan dalam Komponen Pembelajaran. Jurnal Mudarrisuna: Media Kajian Pendidikan Agama Islam, 12(1), Article 1. https://doi.org/10.22373/jm.v12i1.13301 DOI: https://doi.org/10.22373/jm.v12i1.13301

Fakih, M. (2007). Analisis Gender dan Trasformasi Sosial. Yogyakarta:Pustaka Pelajar.

Jackson, S., & Jones, J. (1998). Pengantar Teori-Teori Feminis Populer (Kurniasih, A dan Aunullah,, Penerjemah). Bandung: Jalasutra.

Miles, M. B., & Huberman, A. Mi. (2005). Qualitative Data Analysis (terjemahan). Jakarta: UI Press.

Mosse, J. C. (2003). Gender dan Pembangunan (Terjemahan Rifka Nanisa WCC, Hartiah Silawati). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ruhiman, R. (2021). Integrasi Nilai-nilai Karakter pada Pembelajaran Sastra. https://portal2019.kanwilkemenagjabar.id/portal/read/integrasi-nilainilai-karakter-pada-pembelajaran-sastra

Salim, D. (2002). Dunia Perempuan:Antologi Cerita Pendek Wanita Cerpenis Indonesia. Yogyakarta: Bentang Budaya.

Sidiq, E. I., & Syaripudin, C. R. (2022). Sumber Belajar dan Alat Peraga Sebagai Media Pembelajaran. Jurnal Edukasi Nonformal, 03(02).

Siska, S. (2013). Analisis Ketidakadilan Gender Dalam Novel “Namaku Hiroko” Karya N.h Dini (Sebuah Kajian Sastra Feminisme). Jurnal Bahasa dan Sastra Untad, 2(2), 74295.

Sitohang, M. N., Ginting, M. B., & Kilungga, E. (2022). Peningkatkan Pemahaman Makna Kompetensi Dasar Matematika melalui Penerapan Metode Demonstrasi Berbasis Literasi Informasi Digital pada Mahasiswa PGSD STKIP Kristenwamena. Jurnal Pendidikan Dasar, 03(02), 101–106.

Suardi, M. (2012). Pengantar Pendidikan: Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Indeks Permana Purie Media.

Suwondo, T. (2003). Studi Sastra: Beberapa Alternatif. Yogyakarta: PT. Hanindita Graha Widya.

Wiyatmi, W. (2008). Representasi Peran dan Relasi Gender dalam Novel Cantik Itu Luka Karya Eka Kurniawan dan Nayla Karya Djenar Maesa Ayu [Skripsi]. Universitas Negeri Yogyakarta.

Yulianto, A. (2022). Strata Norma Roman Ingarden dalam Puisi “Secercah Rindu” Karya Thomas Willie P. PEJ: Patria Educational Journal, 2(3), 24–27. https://doi.org/10.28926/pej.v1i2. DOI: https://doi.org/10.28926/pej.v2i3.540

Downloads

Published

2024-06-30

How to Cite

Ansori, R. W., & Yulianto, A. (2024). Pembelajaran Sastra Terintegrasi Pendidikan Gender. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 2(2), 393–400. https://doi.org/10.69693/ijim.v2i2.159