Evaluasi Pendidikan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Di SMP Negeri 1 Kairatu

Authors

  • Maria Goreti Kilmas Universitas Pattimura
  • Sundun Triwardani Universitas Pattimura Ambon
  • Hendelina Wael Universitas Pattimura Ambon
  • Emma Rumahlewang Universitas Pattimura Ambon
  • Izaak Hendrik Wenno Universitas Pattimura Ambon

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1589

Keywords:

education evaluation;, community needs;, CIPP model;, education quality;, education provision.

Abstract

Penyelenggaraan pendidikan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal memerlukan evaluasi yang komprehensif agar program yang dilaksanakan sekolah benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan mampu meningkatkan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah masih terdapatnya kesenjangan antara program pendidikan yang diselenggarakan sekolah dengan harapan dan kebutuhan nyata masyarakat setempat, khususnya di wilayah kepulauan Maluku. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat di SMP Negeri 1 Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, dengan menggunakan model evaluasi Context, Input, Process, dan Product. Penelitian menerapkan pendekatan gabungan kuantitatif dan kualitatif dengan desain penjelasan berurutan, melibatkan seratus sembilan puluh satu responden yang terdiri atas guru, siswa, orang tua, tokoh masyarakat, dan komite sekolah. Data dikumpulkan melalui angket berskala Likert, wawancara mendalam, observasi, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis kualitatif secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan pendidikan berada pada kategori cukup baik dengan nilai rata-rata keseluruhan tiga koma dua delapan. Kompetensi pendidik memperoleh nilai tertinggi sebagai kekuatan utama sekolah, sedangkan keterlibatan masyarakat dan ketersediaan sarana prasarana menjadi aspek yang paling memerlukan perhatian. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kompetensi pendidik, tetapi juga oleh kemitraan sekolah dengan masyarakat, relevansi kurikulum terhadap potensi lokal, dan kelengkapan sarana pembelajaran, sehingga menghasilkan rekomendasi strategis bagi kebijakan pendidikan di wilayah tersebut.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Seram Bagian Barat. (2023). Kabupaten Seram Bagian Barat dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik Kabupaten Seram Bagian Barat.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Epstein, J. L. (2018). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (2nd ed.). Routledge.

Hasbullah. (2015). Kebijakan pendidikan: Dalam perspektif teori, aplikasi, dan kondisi objektif pendidikan di Indonesia. Rajawali Pers.

Kemendikbudristek. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen Kurikulum Merdeka. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.

Latuconsina, N. (2018). Evaluasi program pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat di sekolah pesisir Maluku menggunakan model CIPP. Jurnal Manajemen Pendidikan, 15(2), 87–102.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mulyasa, E. (2012). Manajemen berbasis sekolah: Konsep, strategi, dan implementasi. PT Remaja Rosdakarya.

Pattimura, S. (2020). Evaluasi implementasi Kurikulum 2013 di SMP Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 27(1), 14–28.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020–2024.

Rahmadayanti, D., & Hartoyo, A. (2022). Potret Kurikulum Merdeka, wujud Merdeka Belajar di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 6(4), 7174–7187.

Rifai, A., & Nurdin, M. (2021). Manajemen berbasis sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar: Studi komparatif. Jurnal Administrasi Pendidikan, 28(1), 55–70.

Sallis, E. (2002). Total quality management in education (3rd ed.). Kogan Page.

Sari, A. M., Suryana, D., Bentri, A., & Ridwan, R. (2023). Efektifitas model project based learning (PjBL) dalam implementasi Kurikulum Merdeka di taman kanak-kanak. Jurnal Basicedu, 7(1), 432–440.

Scriven, M. (1991). Evaluation thesaurus (4th ed.). SAGE Publications.

Stufflebeam, D. L. (2003). The CIPP model for evaluation. In T. Kellaghan & D. L. Stufflebeam (Eds.), International handbook of educational evaluation (pp. 31–62). Kluwer Academic Publishers.

Stufflebeam, D. L., & Coryn, C. L. S. (2014). Evaluation theory, models, and applications (2nd ed.). Jossey-Bass.

Sudjana, D. (2010). Evaluasi program pendidikan luar sekolah: Untuk pendidikan nonformal dan pengembangan sumber daya manusia. PT Remaja Rosdakarya.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Vania, A. S., Septianingrum, A. D., Suhandi, A. M., & Prihantini, P. (2021). Revitalisasi peran guru dalam pengelolaan kelas di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) pada era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Basicedu, 5(6), 5142–5150.

Witkin, B. R., & Altschuld, J. W. (1995). Planning and conducting needs assessments: A practical guide. SAGE Publications.

Yuliwulandana, N. (2015). Pengembangan muatan kecakapan hidup (life skill) pada pembelajaran di sekolah. Tarbawiyah: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 12(2), 191–206.

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Kilmas, M. G., Triwardani, S., Wael, H., Rumahlewang, E., & Wenno, I. H. (2026). Evaluasi Pendidikan Berbasis Kebutuhan Masyarakat Di SMP Negeri 1 Kairatu. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 2921–2930. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1589