Roh Tuhan Dan Tindakan Kekerasan Simson: Kajian Teologi Biblika Dalam Hakim-Hakim 1-16
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1580Keywords:
Roh TUHAN, Simson, Hakim-Hakim 13–16, Pemberdayaan Ilahi, Tanggung Jawab Moral, Teologi BiblikaAbstract
Narasi tentang keluarga Imam Eli yang terdapat dalam kitab 1 Samuel 2–4 secara umum dibaca sebagai catatan mengenai kejahatan anak-anaknya yaitu Hofni dan Pinehas atau sebagai kisah penghakiman Allah atas rumah Imam Eli. Akan tetapi, dimensi tanggung jawab Eli sebagai ayah sekaligus imam dalam membina kehidupan rohani kedua anaknya belum banyak digali secara mendalam berdasarkan pembacaan teks dalam bentuk final.. Penelitian ini menelusuri bagaimana narasi 1 Samuel 2–4 menggambarkan kegagalan pembinaan rohani yang dilakukan Eli, sekaligus merumuskan pesan teologis yang hendak disampaikan kitab 1 Samuel mengenai tanggung jawab pemimpin rohani terhadap generasi penerus. Metode yang digunakan adalah teologi biblika yang berakar pada pendekatan historis-gramatikal, dengan memperhatikan struktur naratif, kata-kata kunci dalam bahasa Ibrani, serta konteks perjanjian. Hasil kajian menunjukkan bahwa kegagalan Eli tidak terletak pada ketidaktahuannya akan kehendak Allah, melainkan pada keengganannya untuk menegur dan mengendalikan anak-anaknya, sehingga jabatan rohani yang dipegangnya tidak disertai pewarisan iman yang hidup. Teks menegaskan bahwa kepemimpinan rohani yang sejati tidak dapat dipisahkan dari pembinaan keluarga, dan bahwa menghormati anak melebihi Allah merupakan kegagalan rohani yang berdampak luas, bukan saja bagi keluarga tetapi juga bagi umat. Temuan ini relevan bagi keluarga, gereja, dan para pemimpin rohani masa kini dalam menjalankan tugas pemuridan lintas generasi.
Downloads
References
Banya, R., Metuduan, O., Yudas, R., Soleman, I., & Jauhari, J. (2025). Jejak misi Allah dalam sejarah Israel: Tinjauan teologis Perjanjian Lama. LIMMUD: Jurnal Ilmu Keagamaan dan Sosial Humaniora, 2(2), 25–41. https://doi.org/10.70420/limmud.v2i2.259
Bar, S. (2020). The death of Samson. Old Testament Essays, 33(1), 162–174. https://doi.org/10.17159/2312-3621/2020/v33n1a10
Block, D. I. (1999). Judges, Ruth (The New American Commentary, Vol. 6). Broadman & Holman Publishers.
DeVries, B. A. (2015). Divine empowerment: The Holy Spirit and church revitalisation. In die Skriflig / In Luce Verbi, 49(1), a1955. https://doi.org/10.4102/ids.v49i1.1955
Emmrich, M. (2001). The symbolism of the lion and the bees: Another ironic twist in the Samson cycle. Journal of the Evangelical Theological Society, 44(1), 67–74.
Exum, J. C. (1983). The theological dimension of the Samson saga. Vetus Testamentum, 33(1), 30–45.
Foster, S. J. (2012). Judges 14:4—Yahweh uses Samson to provoke the Philistines. Old Testament Essays, 25(2), 292–302.
Galpaz-Feller, P. (2006). “Let my soul die with the Philistines” (Judges 16.30). Journal for the Study of the Old Testament, 30(3), 315–325. https://doi.org/10.1177/0309089206063435
Hasel, M. G. (1998). New discoveries among the Philistines: Archaeological and textual considerations. Journal of the Adventist Theological Society, 9(1–2), 57–70.
Hill, B. (2025). The theological construction of the family in the revealed scriptures. Şırnak Üniversitesi İlahiyat Fakültesi Dergisi, (37), 96–117. https://doi.org/10.35415/sirnakifd.1705458
Hura, S., Mawikere, J. C. R., & Mawikere, D. B. M. (2025). The paradox of the cross: Divine wisdom, life transformation, the call to faith, and societal transformation. Tikkun Olam: Journal of Theology, 2(1), 27–43. https://doi.org/10.47530/jto.v2i1.265
Isgrigg, D. D. (2020). Toward Spirit-empowered leadership distinctives: A literature review. Spiritus: ORU Journal of Theology, 5(2), Artikel 6. https://doi.org/10.31380/2573-6345.1171
Karman, Y. (2015). Roh-roh dalam Perjanjian Lama. Jurnal Amanat Agung, 11(1), 1–38.
Ma, W. (2020). The prophetic servant: The ideology of Spirit-empowered leaders. Spiritus: ORU Journal of Theology, 5(2), Artikel 7. https://doi.org/10.31380/2573-6345.1172
Manurung, T. M. (2022). Analisis kritis Hakim-Hakim 13:1–25: Menjawab polemik kemandulan dari perspektif feminisme. Sundermann: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora & Kebudayaan, 15(1), 1–8. https://doi.org/10.36588/sundermann.v15i1.84
Mawikere, M. C. S., & Hura, S. (2025). Leadership in Old Testament narrative: Navigating divine calling and the crisis of human authority. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 6(1), 77–95. https://doi.org/10.47530/edulead.v6i1.272
Moskala, J. (2004). Toward a biblical theology of God’s judgment: A celebration of the cross in seven phases of divine universal judgment (An overview of a theocentric-christocentric approach). Journal of the Adventist Theological Society, 15(1), 138–165.
Nichol, F. D. (Ed.). (1976). The Seventh-day Adventist Bible Commentary (Vol. 2). Review and Herald Publishing Association.
Olimbovo, S. S. (2024). Roh jahat yang dari pada Tuhan? Tafsir historis-kultural 1 Samuel 16:14–23 dengan kaitannya terhadap kesehatan mental. PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 20(1), 31–41. https://doi.org/10.46494/psc.v20i1.287
Ottuh, J. A. (2019). Was Samson a promiscuous man (Judges 13–16)? Viewing Samson as a human figure in a theoretical approach. KIU Journal of Social Sciences, 5(1), 251–264.
Panjaitan, F., & Kusumaningdyah, D. R. (2020). Mengingat Dia yang dikorbankan: Tafsir feminis terhadap Hakim-hakim 11:1–40. Studia Philosophica et Theologica, 20(2), 142–159. https://doi.org/10.35312/spet.v20i2.216
Pardede, H., & Pardede, H. (2025). Kisah cinta Simson dan Delila: Sebuah perumpamaan atau soal kekuasaan perempuan? (Hakim-Hakim 16:4–22). RERUM: Journal of Biblical Practice, 5(1), 1–17. https://doi.org/10.55076/rerum.v5i1.290
Pietersen, D. (2021). Yahwistic incongruency and enigma: A challenge to relinquish violence? HTS Teologiese Studies / Theological Studies, 77(4), a6851. https://doi.org/10.4102/hts.v77i4.6851
Purwonugroho, D. P. (2025). Merangkul kelemahan dan kekuatan dalam kuasa Allah: Refleksi teologis 2 Korintus 12:9. KHAMISYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 3(1), 1–15. https://doi.org/10.71415/jkmy.v3i1.45
Sariri, M. S. (2024). Violence in the religious language of Christianity: Historical analysis of Christian religious language containing violence as a source of critical theology. PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 20(1), 11–19. https://doi.org/10.46494/psc.v20i1.347
Sihite, P. N., & Berutu, I. F. T. (2024). Pemilihan Tuhan berdasarkan hati bukan penampilan berdasarkan kajian historis-kritis 1 Samuel 16:1–13. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi, 2(4), 132–139. https://doi.org/10.59581/jpat-widyakarya.v2i4.4411
Simanjuntak, T. T., Hasibuan, I., Nofrianthi, F., Sihombing, E. M., & Sigiro, A. S. (2025). Menelaah ulang peran Roh Kudus dan pengaruhnya terhadap umat Kristen masa kini. Jurnal Pendidikan Agama dan Teologi, 3(2), 158–175. https://doi.org/10.59581/jpat-widyakarya.v3i2.5059
Wardoyo, G. T. (2021). Reading texts on the violence of God in the Bible. Jurnal Ledalero, 20(1), 117–128. https://doi.org/10.31385/jl.v20i1.215.117-128
Webb, B. G. (2012). The book of Judges (The New International Commentary on the Old Testament). William B. Eerdmans Publishing Company.
Wharton, J. A. (1973). The secret of Yahweh: Story and affirmation in Judges 13–16. Interpretation, 27(1), 48–66.
White, E. G. (1890). Patriarchs and prophets. Pacific Press Publishing Association.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















