Mempertahankan Tradisi, Menegosiasikan Legalitas: Implikasi Regulasi Muadalah Terhadap Izin Operasional Dan Penjaminan Mutu Pendidikan Di Pesantren Salafiyah (Studi Kasus Pondok Pesantren Salaf Khozinatul Abror)

Authors

  • Sofwan Manaf Universitas Darunnajah
  • Fahmi Idris Universitas Darunnajah
  • Khoirul Anam Universitas Darunnajah

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1569

Keywords:

muadalah, badan hukum pesantren, izin operasional, penjaminan mutu, pesantren salafiyah

Abstract

Penelitian ini mengkaji cara sebuah pesantren salafiyah menegosiasikan pengakuan negara melalui jalur muadalah serta dampak rezim penjaminan mutu terbaru terhadap izin operasional dan mutu pendidikannya. Lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang disusul Keputusan Menteri Agama Nomor 939 Tahun 2024 tentang standar mutu pendidikan salafiyah dan Nomor 127 Tahun 2025 tentang sistem penjaminan mutu internal dan eksternal, untuk pertama kalinya menempatkan lembaga berbasis kitab kuning dalam kerangka akuntabilitas formal, dengan asesmen perdana dijadwalkan pada 2026. Dengan studi kasus kualitatif tunggal di Pondok Pesantren Salaf Khozinatul Abror, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen, lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana disertai triangulasi sumber. Temuan menunjukkan bahwa jalur muadalah memberikan kepastian hukum dan kesetaraan pengakuan lulusan, namun sekaligus menuntut beban administratif dan dokumentasi yang menekan tata kelola tradisional pesantren. Penelitian ini berargumen bahwa legalitas dan penjaminan mutu tidak dialami sebagai paksaan eksternal semata, melainkan sebagai objek negosiasi kelembagaan yang aktif, ketika pesantren secara selektif mengadopsi struktur formal sembari menjaga tradisi keilmuan dan sanadnya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, A. F., Manaf, S., & Lestari, T. (2025). Bridging pesantren pedagogy and digital assessment through Wordwall gamification: A hybrid model for Arabic language learning. Educazione: Journal of Education and Learning, 3(1), 67–75.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

DiMaggio, P. J., & Powell, W. W. (1983). The iron cage revisited: Institutional isomorphism and collective rationality in organizational fields. American Sociological Review, 48(2), 147–160.

Lathifah, Z. K., Setyaningsih, S., & Wulandari, D. (2022). Development of internal quality assurance system model for pesantren using the 2020 education unit accreditation instrument. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(4), 983–998. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v6i4.2246

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Manaf, S. (2026a). Double-loop learning in Islamic boarding schools: How traditional Islamic educational institutions reflect and transform organizations. Irfani, 22(1), 384–395. https://doi.org/10.30603/irfani.v22i1.7722

Manaf, S., Ibrohim, B., Kurniawan, M. I., Suryono, F., Musthofa, M., Izfanna, D., et al. (2026b). Implementing Senge's learning organisation model in Islamic educational institutions: A case study of Pondok Pesantren Darunnajah. TADBIRUNA, 5(2), 24–37. https://doi.org/10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v5i2.2507

Manaf, S., Novita, M., Rokimin, & At Thaariq, Z. Z. (2025b). Visionary leadership in Islamic education: Transforming practices and enhancing educational governance. Journal of Pedagogy and Education Science, 4(03), 706–722. https://doi.org/10.56741/IISTR.jpes.001287

Manaf, S., Samiyono, S., Suryono, F., & Abdullah, A. F. (2025a). Manajemen wakaf produktif untuk kemandirian lembaga pendidikan Islam: Studi kasus di Pesantren Darunnajah. JoEMS (Journal of Education and Management Studies), 8(6), 260–271.

Meyer, J. W., & Rowan, B. (1977). Institutionalized organizations: Formal structure as myth and ceremony. American Journal of Sociology, 83(2), 340–363.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Republik Indonesia. (2019). Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 191.

Republik Indonesia, Kementerian Agama. (2020). Peraturan Menteri Agama Nomor 31 Tahun 2020 tentang Pendidikan Pesantren. Berita Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia, Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. (2023). Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 556 Tahun 2023 tentang Izin Pendirian Satuan Pendidikan Muadalah Wustha Pondok Pesantren Khozinatul Abror Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Republik Indonesia, Kementerian Agama. (2024). Keputusan Menteri Agama Nomor 939 Tahun 2024 tentang Standar Mutu Pendidikan Pesantren pada Satuan Pendidikan Muadalah Salafiyah. Kementerian Agama Republik Indonesia.

Republik Indonesia, Kementerian Agama. (2025). Keputusan Menteri Agama Nomor 127 Tahun 2025 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren pada Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sallis, E. (2014). Total quality management in education (3rd ed.). Routledge.

Sofi, M. J., Manaf, S., & Ali, J. (2025). Pesantren in dynamic transformation: Harmonizing classical roots and modern practices. MIQOT: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman, 49(2), 333–353. https://doi.org/10.30821/miqot.v49i2.1459

Thoyib, M. (2022). Internal quality assurance system based on pesantren values: Towards the excellence of schools in Indonesia. Al-Tanzim: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(3), 826–840. https://doi.org/10.33650/al-tanzim.v6i3.3378

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Downloads

Published

2026-07-18

How to Cite

Manaf, S., Idris, F., & Anam, K. (2026). Mempertahankan Tradisi, Menegosiasikan Legalitas: Implikasi Regulasi Muadalah Terhadap Izin Operasional Dan Penjaminan Mutu Pendidikan Di Pesantren Salafiyah (Studi Kasus Pondok Pesantren Salaf Khozinatul Abror). Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 2992–3006. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1569