Evaluasi Kepatuhan Kunjungan Posyandu Terhadap Deteksi Dini Stunting Pada Balita Di Puskesmas Pangkajene

Authors

  • Raisyah Utami Ridwan Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Sirajuddin Sirajuddin Poltekkes Kemenkes Makassar
  • Aswita Amir Poltekkes Kemenkes Makassar

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1559

Keywords:

Kepatuhan Kunjungan Posyandu, Deteksi Dini, Stunting, Balita, Pemantauan Pertumbuhan dan Perkembangan

Abstract

Stunting masih menjadi isu gizi pada kelompok balita di Indonesia yang dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Posyandu memiliki fungsi strategis dalam pemantauan pertumbuhan anak serta identifikasi awal risiko stunting melalui kegiatan pengukuran antropometri secara berkala. Kepatuhan ibu balita datang ke Posyandu merupakan indikator penting untuk keberhasilan deteksi dini stunting pada balita. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis keterkaitan antara kepatuhan kunjungan Posyandu dengan identifikasi awal stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pangkajene. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif. Proses mengumpulkan data dilakukan dengan melakukan observasi dan melihat data pencatatan kunjungan balita ke Posyandu untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan kunjungan secara nyata. Sampel penelitian sebanyak 1278 balita, sampel dalam penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling, dengan memilih responden yang memenuhi kriteria inklusi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh peneliti yaitu balita terdaftar dan terdata di posyandu wilayah kerja Puskesmas Pangkajene sepanjang tahun 2025, balita dengan data antropometri lengkap, balita usia  0-23  bulan periode tahun 2025. Data kunjungan ibu dan balita ke Posyandu diperoleh dari buku register posyandu tahun berjalan, sedangkan status stunting ditentukan PB/U atau TB/U sesuai ketentuan WHO yang diambil dari Aplikasi e-PPGBM. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square dengan hasil  p<0,05. penelitian ini menghasilkan data kepatuhan kunjungan Posyandu berperan penting untuk mendukung pencegahan stunting pada balita 0–23 bulan. Meskipun kejadian stunting dipengaruhi oleh banyak faktor, keteraturan kunjungan Posyandu memberikan kontribusi dalam proses deteksi dini dan pemantauan pertumbuhan anak. Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan strategi untuk meningkatkan kepatuhan kunjungan Posyandu melalui edukasi berkelanjutan kepada orang tua, penguatan peran kader, serta peningkatan kualitas pelayanan Posyandu agar setiap balita mendapatkan pemantauan pertumbuhan secara optimal. Kepatuhan kunjungan Posyandu berhubungan signifikan dengan deteksi dini stunting pada balita. Semakin baik kepatuhan kunjungan Posyandu, semakin optimal pemantauan pertumbuhan dan peluang deteksi dini stunting. Maka dari itu diperlukan upaya yang dukungan untuk peningkatan partisipasi orang tua pada kegiatan Posyandu secara rutin untuk mendukung pencegahan dan penanggulangan stunting.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriliani, I., Sari, N.M. and Lestari, R. (2022) ‘Hubungan keaktifan kunjungan Posyandu dengan status gizi balita’, Journal of Nursing and Public Health, 10(2), pp. 145–152.

Darmawan, A., Putri, R. and Hidayat, T. (2022) ‘Pemanfaatan pelayanan kesehatan dasar dan hubungannya dengan kejadian stunting pada balita’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), pp. 95–103.

Hanifah, L. and Anggraeni, D. (2024) ‘Hubungan frekuensi kunjungan Posyandu dengan kejadian stunting pada balita’, Jurnal Promotif Preventif, 7(1), pp. 35–42.

Rahmawati, A., Nurjanah, N. and Hidayat, T. (2021) ‘Pemanfaatan pelayanan Posyandu dan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(3), pp. 180–187.

Rahmawati, R., Sari, P. and Wulandari, D. (2023) ‘Peran Posyandu dalam pemantauan pertumbuhan dan deteksi dini stunting pada balita’, Jurnal Gizi dan Kesehatan, 15(1), pp. 50–58.

Sari, D.P., Wulandari, R. and Putri, A. (2022) ‘Hubungan kepatuhan kunjungan Posyandu dengan kejadian stunting pada balita’, Jurnal Gizi dan Kesehatan, 14(2), pp. 87–95.

Waslia, D. (2022) ‘The relationship between health service utilization and stunting incidence in toddlers’, Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(3), pp. 220–227.

Welly, Y., Meyasa, L. and Resmaniasih, K. (2023) ‘Hubungan Kunjungan Posyandu, ASI Eksklusif dan MP ASI dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Kereng Pangi’, Jurnal Surya Medika (JSM), 9(2), pp. 296–311.

World Health Organization (2021) WHO Guideline on Infant and Young Child Feeding. Geneva: World Health Organization.

World Health Organization (2023) WHO Child Growth Standards: Length/Height-for-age, Weight-for-age and Weight-for-length/height. Geneva: World Health Organization.

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Ridwan, R. U., Sirajuddin, S., & Amir, A. (2026). Evaluasi Kepatuhan Kunjungan Posyandu Terhadap Deteksi Dini Stunting Pada Balita Di Puskesmas Pangkajene. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 2861–2869. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1559