Qaulan Sadidan dan Bahasa Slang Modern: Tafsir QS. Al-Ahzab Ayat 70 dalam Perspektif Semiotika Triadik C.S. Peirce
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1498Keywords:
Qaulan Sadīdan, Bahasa Slang, Semiotika Triadik, Charles Sanders Peirce, Pendidikan Agama IslamAbstract
Perkembangan bahasa slang di era digital menunjukkan bahwa makna suatu ujaran tidak lagi ditentukan semata-mata oleh bentuk linguistiknya, melainkan dibentuk melalui proses interpretasi sosial dalam komunitas pengguna media digital. Kondisi tersebut menghadirkan tantangan terhadap etika komunikasi, terutama ketika perubahan makna berpotensi mengaburkan nilai kesantunan dan tanggung jawab dalam bertutur. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep qaulan sadīdan dalam Tafsir QS. Al-Ahzab ayat 70 melalui perspektif semiotika triadik Charles Sanders Peirce untuk memahami perubahan makna bahasa slang modern serta relevansinya bagi Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data primer berupa QS. Al-Ahzab ayat 70, kitab-kitab tafsir, dan karya Charles Sanders Peirce mengenai semiotika, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan artikel ilmiah yang relevan. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis isi yang dipadukan dengan semiotika triadik Peirce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qaulan sadīdan memiliki lima karakter utama, yaitu benar, lurus, tepat, membangun kemaslahatan, dan bertanggung jawab. Melalui analisis semiotika triadik, penelitian ini menemukan bahwa makna suatu ujaran dibentuk oleh relasi antara tanda, objek, dan interpretasi sosial. Oleh karena itu, qaulan sadīdan tidak hanya dipahami sebagai kewajiban berkata benar, tetapi juga sebagai prinsip etika komunikasi yang menuntut ketepatan interpretasi serta tanggung jawab terhadap makna dan dampak sosial suatu ujaran. Temuan ini memperkuat relevansi qaulan sadīdan sebagai landasan pengembangan literasi komunikasi digital, etika bermedia sosial, dan pembentukan karakter komunikatif dalam Pendidikan Agama Islam di era digital.
Downloads
References
DAFTAR PUSTAKA
Adha, Hardelia Rosidatul, and Sinar Permata W. S. Aliyah Shafa N. “ANALISIS PENGUNAAN KATA ‘ANJAY’ YANG MENJADI KEBIASAAN GEN Z DAN GEN ALPHA DALAM BERKOMUNIKASI.” Jurnal Komunikasi 2, no. 12 (2024): 910–18.
Aidha, Fakhriyyah Asmay, and Bagus Wahyu Setyawan. “Penggunaan Makna Konotasi dan Lanskap Bahasa Gaul di Era Gen Z: Perspektif Morfologi.” Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS), no. 0 (March 2025): 275–88.
Assyakurrohim, Dimas, Dewa Ikhram, Rusdy A. Sirodj, and Muhammad Win Afgani. “Metode Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif.” Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer 3, no. 01 (2022): 1–9. https://doi.org/10.47709/jpsk.v3i01.1951.
Dewi, Anita Candra. “Bahasa Dalam Media Sosial: Kajian Linguistik Digital Terhadap Gaya Bahasa Generasi Milenial Dan Gen Z.” Jurnal Kajian Pendidikan Dan Cakrawala Pembelajaran 1, no. 1 (2025): 57–67. https://doi.org/10.64690/jakap.v1i1.7.
Fajriah, Tas
ya, and Eka Resti Ningsih. “PENGARUH TEKNOLOGI KOMUNIKASI TERHADAP INTERAKSI SOSIAL DI ERA DIGITAL.” Merdeka Indonesia Jurnal International 4, no. 1 (2024): 149–58. https://doi.org/10.5555/miji.v4i1.99.
Hilmi, Ahmad, Moh Najib, Hasan Bisri, Burhanuddin Burhanuddin, and Heris Suhendar. “Methodology of Islamic Economic Fatwas Issuance: Comparing Egypt’s Dar al-Ifta’ and Indonesia’s National Sharia Board.” Jurnal Hukum Islam 23, no. 2 (2025): 611–50. https://doi.org/10.28918/jhi.v23i2.08.
Idris, Haidar. “Etika Komunikasi Qur’ani Dalam Menghadapi Polarisasi Sosial: Kajian Tematik Atas Ayat-Ayat Qaul Dalam Al-Qur’an.” Moderasi : Journal of Islamic Studies 5, no. 2 (2025): 851–90. https://doi.org/10.54471/moderasi.v5i2.182.
Istianah, and Abdul Matin Bin Salman. “Study of Analytical Controversy of Hermeneutics in the Method of Interpretation of the Qur’an.” LECTURES: Journal of Islamic and Education Studies 4, no. 1 (2025): 1–24. https://doi.org/10.58355/lectures.v4i1.68.
Khoirurrohman, Taufiq, and Muhammad Rohmad Abdan. “Analisis Pemakaian Variasai Bahasa Slang Pada Remaja Desa Kalinusu : Kajian Sosiolinguistik.” Jurnal Ilmiah SEMANTIKA 1, no. 02 (2020): 1–11. https://doi.org/10.46772/semantika.v1i02.165.
Nazaruddin, and Muhammad Alfiansyah. “Etika Komunikasi Islami Di Media Sosial Dalam Perspektif Al-Qur’an Dan Pengaruhnya Terhadap Keutuhan Negara.” Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam 4, no. 1 (2021): 77–91.
Oktavia, Mentari, Maria Botifar, and Zelvi Iskandar. “Analisis Semiotika Charles Sander Peirce pada Novel Tapak Jejak Karya Fiersa Besari.” Undergraduate, Institut Agama Islam Negeri Curup, 2025. http://e-theses.iaincurup.ac.id/8737/.
Ph.D, Hartono Bancong. Strategi Reviu Riset dan Konstruksi Teori : Metode, Analisis, dan Studi Kasus. Indonesia Emas Group, 2025.
Ratnasari, Merlina, and Arie Yuanita. “PERUBAHAN MAKNA PADA KOSAKATA BAHASA GAUL GENERASI Z DAN ALPHA : STUDI KASUS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL.” Jurnal Sapala 12, no. 02 (2025): 46–56.
Salman, Abdul Matin bin. “Reconstructing Ḥadīth Discourse in the Digital Age: From Text to Discourse.” Journal of Ecohumanism 3, no. 7 (2024): 426–36.
Sawaluddin, Sawaluddin. “PESAN TOLERANSI BERAGAMA DALAM SINIAR FELIX SIAUW DAN SAMUEL CHRIST (ANALISIS SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PEIRCE).” Diploma, Universitas Islam Negri Palopo, 2025. https://repository.uinpalopo.ac.id/id/eprint/12120/.
Shihab, Quraish. Tafsir Al Misbah. 11 vols. Lentera Hati Group, n.d.
Silaban, Nopita, Pintauli Silaban, Febri Simamora, Osmer Nadeak, and Yuliana Sari. “Perubahan Makna Kata Dalam Bahasa Remaja: Tinjauan Semantik Terhadap Bahasa Slang Di Media Digital.” Jejak Digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 1, no. 4 (2025): 696–703. https://doi.org/10.63822/0je4zq38.
Simanjuntak, Imah Handayani. “Etika berkomunikasi dalam perspektif al-Qur’an.” Masters, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan, 2024. https://etd.uinsyahada.ac.id/12029/.
ابن جرير, الطبري. تفسير الطبري جامع البيان. دار التربية والتراث, n.d.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















