Pengaruh Penambahan Serbuk Daun Bambu Terhadap Karakteristik Marshall Pada Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC)”

Authors

  • Sita Silvani Hatuwe Universitas Pattimura
  • Juliet G. Metekohy Universitas Pattimura
  • Sammy G. M. Amaheka Universitas Pattimura

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1462

Keywords:

AC-WC, Filler Serbuk Daun Bambu, Karakteristik Marshall

Abstract

Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) merupakan lapisan paling atas pada konstruksi jalan yang terbuat dari campuran aspal. Komponen penting dalam campuran aspal beton adalah bahan pengisi (filler). Salah satu limbah yang potensial untuk dimanfaatkan sebagai filler aspal adalah serbuk daun bambu guna memanfaatkan sumber daya alam yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar nilai pengaruh penambahan serbuk daun bambu terhadap karakteristik Marshall pada jenis perkerasan AC-WC menggunakan metode Spesifikasi Umum Bina Marga 2018. Pada penelitian ini menggunakan 3 variasi perbandingan antara (semen : serbuk daun bambu) yaitu 1% : 2%, 1,5% : 1,5%, dan 2% : 1%. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data pada campuran aspal AC-WC terdapat 2 jenis variasi yang tidak memenuhi standar Spesifikasi Bina Marga Tahun 2018 yaitu variasi 1% semen : 2% daun bambu dan variasi 1,5% semen : 1,5% daun bambu. Sehingga hanya terdapat satu variasi yang memenuhi standar Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2018 yaitu pada variasi 2% semen : 1% serbuk daun bambu.

 

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bambu Di Hutan Rakyat Desa Timbang Lawan Kecamatan Bahorak Kabupaten Langsat Dalam Industri Dupa Bambu. Medan

Amu, O. O and Adetuberu, A. A. (2010). Characteristics of Bamboo Leaf Ash Stabilization on Lateritic Soil in Higway Construction. International Jurnal of Engineering and Technolog. Vol. 2 (4). 2010. Pp. 212-219.

Departemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga.,(2018). Spsifikasi Umum Divisi 6 – Perkerasan Aspal.

Direktorat Jendral Bina Marga. (1987). Petunjuk Pelaksanaan Lapis Tipis Beton Aspal (Lataston) untuk Jalan dan Jembatan. Pedoman Teknik No. 13/PT/B/1987. Jakarta: Departemen Pekerjaan Umum.

Dransfield, S. and E. A. Widjaja, 1995. Plant Resources of South-East Asia7. Bamboos. Leiden: Prosea Foundation Bogor.

Dwivedi VN, Singh NP, Dass SS, Singh NB. A new pozzolanicmaterial for cement industry: bamboo leaf ash. Int J Physics Sci. 1 (2006), pp. 106-111.

Hardiyatmo, H. C. (2007). Pemeliharaan Jalan Raya (Cetakan Pertama). Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Hardiyatmo, H.C. 2015. Perancangan perkerasan jalan & penyelidikan tanah, Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Ilhamsyah, A. (2017). Kinerja Penggunaan Bahan Tambah Material Alternatif (Serbuk Ban) Sebagai Campuran Agregat Halus Untuk Panas Ashpalt Concrete Wearing Course (AC-WC) Perkerasan Jalan.

Krisdianto, Sumarni G. dan Ismanto A., 2000. Sari Hasil Penelitian Bambu. Pusat Penelitian Hasil Hutan. Bogor.

Manuhuwa, E, 2009. Hasil hutan bukan kayu Sebagai bagian dari pembangunan Hutan di Maluku. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap Dalam Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura. Ambon.

Pusjatan. 2019. Modul 1 Bahan Campuran Aspal Panas”. Bandung: Balai Litbang Perkerasan Jalan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Santi D M, Mulyaningsih T, dan Aryanti E. 2019. Identifikasi Bambu di Sempadan Sungai Keremit Resort Joben Taman Nasional Gunung Rinjani Lombok. Jurnal Biologi Tropis, 19(2), 239-249.

Saputra, E. (2020). Pengaruh Penambahan Belerang Pada Aspal Penetrasi 60/70 Terhadap Karakteristik Campuran Laston AC-BC.

SNI 06-2441-2011, Metode Pengujian Berat Jenis Aspal Padat, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

SNI 2434-2011, Metode Pengujian Titik Lembek Aspal, Badan Standardisasi Nasional, Jakarta.

SNI 2417-2008. Cara Uji Keausan Agregat Dengan Mesin Abrasi Los Angeles. Badan Standarisasi Nasional Indonesia.

SNI 03-1968-1990. Metode Pengujian Tentang Analisis Saringan Agregat Halus Dan Kasar. Pusjatan-Balitbang Pekerjaan Umum.

SNI 03-1969-1990. Metode Pengujian Berat Jenis Dan Penyerapan Air Agregat Kasar. Pusjatan-Balitbang Pekerjaan Umum.

SNI 03-4804-1998. Metode Pengujian Bobot Isi dan Rongga Udara Dalam Agregat. Pusjatan – Balitbang PU: ASCE

SNI M-09-1989-F, 1989, Cara Uji Berat Jenis dan Penyerapan Air Agregat Halus, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta

SNI 2433-2011: Cara Uji Titik Nyala dan Titik Bakar dengan Alat Cleveland Open Cup. Jakarta.

Statistik, B. P. (2021). Statistik Produksi Kehutanan. Badan Pusat Statistik (Vol. 0, Issue 0).

Subono, V. P. (2011). Karakteristik Marshall Campuran Asphalt Concrete (AC) Dengan Bahan Pengisi (Filler) Abu Vulkanik Gunung Merapi.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Dan Pengembangan Research Dan Development. Bandung : Alfabeta.

Suhardiman, M., 2011, Jurnal “ Kajian Pengaruh Penambahan Serat Bambu Ori Terhadap Kuat Tekan dan Tarik Beton”, Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Janabadra, Yogyakarta.

Sukirman, S., (1992), Perkerasan Lentur Jalan Raya, Penerbit Nova, Bandung

Sukirman, S., 2006. Perkerasan Lentur Jalan Raya. Bandung: Nova

Sukirman, S. (2016). Beton Aspal Campuran Panas (Edisi Ketiga). Bandung:Institut Teknologi Nasional

Suprapto. (2004). Bahan dan Struktur Jalan Raya;edisi II. Yogjakarta: Biro Penerbit KMTS FT UGM.

Sutikno, 2003, Panduan Praktek Beton,Universitas Negeri Surabaya.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Jalan pada Pasal 1. 2004. Jakarta: Sekretariat Negara.

Waani, E.J. (2013). Evaluasi Volumetrik Marshall Campuran AC-BC (Studi Kasus Material Agregat di Manado dan Minahasa). Jurnal Teknik Sipil, Vol. 20, Nomor 1. Universitas Sam Ratulangi.

Widjaja, E. A dan Karsono. 2014. Keanekaragaman Bambu di Pulau Sumba. Biodiversitas. Vol. 6(2): 95-99.

Wijaya, W. (2021). Pengaruh Stabilisasi Abu Daun Bambu Dan Semen Terhadap Kembang Susut (Swelling) Tanah Lempung Ekspansif. Jurnal Teknik Sipil, 16(2), 105–112.

Downloads

Published

2026-07-16

How to Cite

Hatuwe, S. S., Metekohy, J. G., & Amaheka, S. G. M. (2026). Pengaruh Penambahan Serbuk Daun Bambu Terhadap Karakteristik Marshall Pada Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC)”. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 2563–2570. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1462