Hegemoni Gramsci Dalam Cerpen Teh Dan Penghianat Karya Iksaka Banu
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1445Keywords:
sosiologi sastra, konflik sosial, relasi kekuasaan, ideologi kolonial, Teh dan Pengkhianat.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk-bentuk relasi kekuasaan, konflik sosial, dan representasi ideologi kolonial dalam cerpen "Teh dan Pengkhianat" karya Iksaka Banu dengan menggunakan pendekatan sosiologi sastra. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan dialog dalam cerpen yang berkaitan dengan fokus penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak-catat dengan studi pustaka, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen "Teh dan Pengkhianat" merepresentasikan berbagai persoalan sosial yang terjadi pada masa kolonial Hindia Belanda, terutama terkait ketimpangan relasi kekuasaan antara kelompok kolonial dan masyarakat pribumi. Konflik sosial muncul sebagai akibat dari praktik dominasi, eksploitasi, dan ketidakadilan yang dialami kelompok subordinat. Selain itu, ideologi kolonial tercermin melalui sikap dan tindakan tokoh-tokoh yang berupaya mempertahankan kekuasaan serta memengaruhi cara pandang masyarakat. Cerpen ini juga memperlihatkan respons tokoh terhadap tekanan sosial yang mereka hadapi, baik dalam bentuk kepatuhan maupun perlawanan. Dengan demikian, karya sastra ini tidak hanya berfungsi sebagai media estetik, tetapi juga sebagai representasi realitas sosial dan historis pada masa kolonial.
Downloads
References
Afriyani. (2017). Kajian Sastra dan Pembelajaran Sastra. Jakarta: Rajawali Pers.
Banu, I. (2014). Teh dan Pengkhianat. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
Damono, S. D. (1978). Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
Falah, F. (2018). Hegemoni Ideologi dalam Karya Sastra: Perspektif Antonio Gramsci. Jurnal Nusa, 13(4), 532–545.
Goldmann, L. (1964). Towards a Sociology of the Novel. London: Tavistock Publications.
Gramsci, A. (1971). Selections from the Prison Notebooks. New York: International Publishers.
Idayatiningsih, R. (2017). Konsep Kekuasaan dalam Kajian Sosial dan Budaya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(1), 40–50.
Kautsar, S. A. A. (2020). Jejak Kolonial dalam Kumpulan Cerpen Teh dan Pengkhianat Karya Iksaka Banu. Skripsi. Universitas Negeri Jakarta.
Oktiva, T., & Syamsudin, O. R. (2021). Unsur-Unsur Sejarah dan Nilai Pendidikan Karakter dalam Kumpulan Cerpen Teh dan Pengkhianat Karya Iksaka Banu. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 10(2), 120–130.
Safira, F. E. (2022). Representasi Sejarah Indonesia dalam Kumpulan Cerpen Teh dan Pengkhianat Karya Iksaka Banu: Perspektif Humanisme serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Sastra di SMA. Skripsi. Universitas Lampung.
Swingewood, A. (1992). The Sociology of Literature. London: Macmillan Press.
Wellek, R., & Warren, A. (1962). Theory of Literature (3rd ed.). New York: Harcourt, Brace & World.
Widada, R. (2009). Pengantar Kajian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















