Digital Governance untuk Pengembangan Kinerja Organisasi Publik dalam Menghadapi Vuca (Volatility, Uncertainity, Complexity, Ambiguity)
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1440Keywords:
Digital Governance, VUCA, Kinerja Organisasi Publik, SPBE, Diskominfo Kota MalangAbstract
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat mendorong organisasi sektor publik untuk beradaptasi dalam menghadapi kondisi VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity). Pemanfaatan teknologi digital melalui konsep digital governance menjadi salah satu strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas kinerja organisasi publik serta pelayanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan digital governance dalam pengembangan kinerja organisasi publik dalam menghadapi VUCA pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder yang berasal dari jurnal, artikel, berita, dan dokumen terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diskominfo Kota Malang telah mengimplementasikan digital governance melalui berbagai program, seperti Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Malang Digital Forum (MDF), aplikasi SEROJA (Sistem Evaluasi dan Monitoring Kinerja), serta Malang Kota-CSIRT (Computer Security Incident Response Team). Implementasi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas tata kelola pemerintahan, transparansi, akuntabilitas, serta keamanan data pemerintahan daerah. Faktor pendukung penerapan digital governance meliputi dukungan masyarakat, peningkatan literasi digital, pengembangan infrastruktur digital, dan tingginya tingkat keterbukaan informasi publik. Sementara itu, tantangan yang dihadapi meliputi ancaman keamanan siber, risiko kebocoran data, serta dinamika perkembangan teknologi yang berlangsung secara cepat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digital governance menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kinerja organisasi publik dan memperkuat kemampuan adaptasi organisasi sektor publik dalam menghadapi lingkungan yang dinamis dan penuh ketidakpastian.
Downloads
References
Anjani, V. A. (2024). Cyberbullying dan dinamika hukum di Indonesia: Paradoks ruang maya dalam interaksi sosial di era digital. Staatsrecht: Jurnal Hukum Kenegaraan dan Politik Islam, 4(1), 1–28.
Ansell, C., & Trondal, J. (2018). Governance in turbulent times. In The Oxford handbook of public administration. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oxfordhb/9780198805433.013.1
Armstrong, M. (2006). Performance management: Key strategies and practical guidelines (3rd ed.). Kogan Page.
Bennett, N., & Lemoine, G. J. (2014). What VUCA really means for you. Harvard Business Review. https://hbr.org/2014/01/what-vuca-really-means-for-you
Bryson, J. M. (2018). Strategic planning for public and nonprofit organizations (5th ed.). John Wiley & Sons.
Cholik, C. A. (2021). Perkembangan teknologi informasi komunikasi/ICT dalam berbagai bidang. Jurnal Fakultas Teknik UNISA Kuningan, 2(2), 39–46.
Danuri, M. (2019). Perkembangan dan transformasi teknologi digital. Jurnal Ilmiah Infokam, 15(2).
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. (2025). Kota Malang raih indeks masyarakat digital Indonesia tertinggi se-Jawa Timur, enam terbaik nasional.
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur. (2025). Pemerintah Kota Malang gelar kick-off reviu arsitektur dan penilaian SPBE 2025.
Dunleavy, P., Margetts, H., Bastow, S., & Tinkler, J. (2006). New public management is dead—Long live digital-era governance. Journal of Public Administration Research and Theory, 16(3), 467–494. https://doi.org/10.1093/jopart/mui057
Fauzi, A. A., Harto, B., Dulame, I. M., Pramuditha, P., et al. (2023). Pemanfaatan teknologi informasi di berbagai sektor pada masa Society 5.0. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Fitriani, Y. (2017). Analisis pemanfaatan berbagai media sosial sebagai sarana penyebaran informasi bagi masyarakat. Jurnal Khatulistiwa Informatika, 19(2), 148–152.
Janowski, T. (2015). Digital government evolution: From transformation to contextualization. Government Information Quarterly, 32(3), 221–236. https://doi.org/10.1016/j.giq.2014.07.001
Juditha, C. (2020). Dampak penggunaan teknologi informasi komunikasi terhadap pola komunikasi masyarakat desa (Studi di Desa Melabun, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung). Jurnal Penelitian Komunikasi dan Pembangunan, 21(2), 131–140.
Mergel, I., Ganapati, S., & Whitford, A. B. (2020). Agile: A new way of governing. Government Information Quarterly, 37(1), 101546. https://doi.org/10.1016/j.giq.2020.101546
Muharman, A., & Frinaldi, A. (2023). Penerapan pelayanan publik yang berinovasi dalam mewujudkan good governance pada sektor publik. PUBLIKA: Jurnal Ilmu Administrasi Publik, 9(1), 90–98.
Pemerintah Kota Malang. (2025). Hasil monev KI 2025, nilai keterbukaan informasi Kota Malang naik.
Pemerintah Kota Malang. (2025). MDF 2025 sukses digelar, momentum kuatkan ekosistem digital menuju Malang mbois dan berkelas.
UNESCO. (2019). Digital governance and policy. UNESCO.
Van Dooren, W., Bouckaert, G., & Halligan, J. (2015). Performance management in the public sector (2nd ed.). Routledge.
World Bank. (2016). Digital dividends. World Bank.
Yanto, E., Anirwan, A., & Nugroho, T. C. (2025). Dampak inovasi terhadap akselerasi pelayanan publik di era society 5.0: Studi literatur. Journal of Governance and Policy Innovation, 5(2), 72–80.
Yulanda, S. R., Aldino, F. E., Anvasha, N., Jumiati, J., & Saputra, B. (2025). Peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 2(2), 1349–1354.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















