Analisis Konsep Emotional Safety dalam Desain Pembelajaran untuk Membangun Keberanian Intelektual Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1295Keywords:
Emotional Safety, Desain Pembelajaran, Keberanian Intelektual, Pembelajaran Humanistik.Abstract
Rendahnya keberanian peserta didik untuk bertanya, mengemukakan pendapat, dan terlibat dalam diskusi masih menjadi permasalahan dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberanian intelektual peserta didik tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep emotional safety dalam desain pembelajaran serta relevansinya dalam membangun keberanian intelektual peserta didik. Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap berbagai sumber literatur, artikel ilmiah, serta fenomena empiris yang berkembang pada media digital. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi tema, interpretasi, dan sintesis konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketakutan melakukan kesalahan, kekhawatiran terhadap penilaian negatif, serta lingkungan belajar yang kurang suportif menjadi faktor yang menghambat partisipasi peserta didik dalam pembelajaran. Sebaliknya, lingkungan belajar yang aman secara emosional mendorong peserta didik untuk lebih berani bertanya, berdiskusi, mengemukakan pendapat, dan mengeksplorasi gagasan. Oleh karena itu, emotional safety dapat dipahami sebagai fondasi penting dalam desain pembelajaran yang mendukung berkembangnya keberanian intelektual peserta didik.
Downloads
References
Abdurrahman, M. bin K., Al-Allamah. (2015). Mukaddimah Ibnu Khaldun. Pustaka Al Kautsar.
Al-Ghazali. (2016). Ihya’ ulum al-din. Dar al-Kutub al-’Ilmiyyah.
Al-Tabany, T. I. B. (2017). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, Dan Konteksual. Prenada Media.
Arifah, I. F., Saputri, I., & Alrian, R. (2025). Mengapa Siswa Takut Berbicara. Jurnal Pendidikan Dirgantara, Vol. 2(2), Hal. 31-53.
Dimyati & Mudjiono. (2013). Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta.
Edmondson, A. (1999). Psychological Safety and Learning Behavior in Work Teams. Administrative Science Quarterly, 44(2), 350–383. https://doi.org/10.2307/2666999 DOI: https://doi.org/10.2307/2666999
Facione, P. (2015). Critical Thinking: What It Is and Why It Counts. Insight Assessment. ResearchGate. https://www.researchgate.net/publication/251303244_Critical_Thinking_What_It_Is_and_Why_It_Counts
Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. SAGE Publications. DOI: https://doi.org/10.4135/9781071878781
Maulidah, S., Setyowati, R. N., & Ikhsan, T. (2023). Upaya Meningkatkan Keberanian Peserta Didik dalam Mengemukakan Pendapat melalui Debate Parlementary di Kelas X-G SMA Negeri 1 Sukodadi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(2), 9846–9854. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i2.7899
Moleong, L. j. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif edisi revisi tahun 2022. PT Remaja Rosdakarya. (Bandung). //opac.fah.uinjkt.ac.id/index.php?id=19048&p=show_detail&utm_source=chatgpt.com
Nata, A. (2014). Perspektif Islam Tentang Strategi Pembelajaran. Kencana.
Nurazizah, F., Sumarno, & Radhiyanto, D. M. (2023). Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning Kelas Xi 2 SMA Islam Sultan Agung 1 Semarang. Seminar Nasional Pendidikan Profesi Guru Universitas PGRI, hal 3650-3658.
Paul, R., & Elder, L. (2013). Critical Thinking: Tools for Taking Charge of Your Professional and Personal Life. Pearson Education.
Sardiman, A. M. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (cetakan 24).
Sari, F. K., Venty, V., & Yuliati, K. (2023). Perilaku Asertif Peserta Didik Kelas VII SMP Negeri 37 Semarang. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), Vol. 5(2), 2698–2703. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i2.13641 DOI: https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i4.17366
Schunk, D. H. (2015). Learning Theories: An Educational Perspective. Pearson Education.
Seels, B. B., & Richey, R. C. (2012). Instructional Technology: The Definition and Domains of the Field, 1994 Edition. IAP. DOI: https://doi.org/10.1108/978-1-61735-905-7
Tarigan, R. D. (2025, Mei 12). Tentang Takut Salah: Luka Kolektif dari Pendidikan, Budaya, dan Ekspektasi. KOMPASIANA. https://www.kompasiana.com/rendintarigan/681fed7534777c1edd187612/tentang-takut-salah-luka-kolektif-dari-pendidikan-budaya-dan-ekspektasi
Utami, S. W., Kusumawati, E. T., & Lestari, Y. S. (2024). Meningkatkan Keterampilan Perilaku Asertif Melalui Penerapan Desain Pembelajaran Berbasis ADLX Dengan Pendekatan Terpadu Bagi Siswa Kelas VIII SMPIT Abu Bakar Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Edunomika, Vol. 8(3), 1–10. https://doi.org/10.29040/jie.v8i3.14257
Vygotsky, L. S., & Cole, M. (1978). Mind in Society: Development of Higher Psychological Processes. Harvard University Press.
Wahid, A. (2001). Menggerakkan Tradisi; Esai-Esai Pesantren. Lkis Pelangi Aksara.
Widiyaningsih, T., Rahmayani, R., & Pamelasari, S. D. (2024). Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VII D SMP Negeri 43 Semarang pada Materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati di Indonesia Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dan Penelitian Tindakan Kelas, 1606–1617.
Yaumi, M. (2017). Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran: Disesuaikan Dengan Kurikulum 2013 Edisi Kedua. Kencana.
Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















