Pengaruh Uang Elektronik (E-Money), Uang Kartal Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Inflasi Di Indonesia Periode 2022-2024

Authors

  • Sri Adelya Putri Universitas Asahan
  • Hilmiatus Sahla Universitas Asahan

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1286

Keywords:

Inflasi, Uang Elektronik (E-Money), Uang Kartal, Pengeluaran Pemerintah, Regresi Linier Berganda

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh uang elektronik (e-money), uang kartal, dan pengeluaran pemerintah terhadap inflasi di Indonesia periode 2022–2024 baik secara parsial maupun simultan. Perkembangan sistem pembayaran digital melalui uang elektronik, peredaran uang kartal, serta kebijakan fiskal melalui pengeluaran pemerintah diduga memiliki pengaruh terhadap tingkat inflasi di Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel tersebut terhadap inflasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berbentuk time series bulanan periode 2022–2024 sebanyak 36 observasi yang diperoleh dari publikasi resmi Bank Indonesia. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi EViews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uang elektronik berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi dengan koefisien regresi sebesar -0,000549 dan nilai probabilitas 0,0068 < 0,05. Uang kartal memiliki koefisien sebesar 0,00000648 dengan nilai probabilitas 0,0949 > 0,05 sehingga tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi. Pengeluaran pemerintah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap inflasi dengan koefisien sebesar -0,00000542 dan nilai probabilitas 0,0227 < 0,05. Secara simultan, uang elektronik, uang kartal, dan pengeluaran pemerintah berpengaruh terhadap inflasi di Indonesia. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,667015 menunjukkan bahwa 66,70% variasi inflasi dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen, sedangkan sisanya sebesar 33,30% dijelaskan oleh variabel lain di luar model penelitian. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa inflasi di Indonesia periode 2022–2024 dipengaruhi oleh kombinasi faktor moneter dan fiskal. Uang elektronik dan pengeluaran pemerintah terbukti berkontribusi dalam menekan inflasi, sedangkan uang kartal belum menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan inflasi.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

____________ (2016). Principles of Economics. Cengage Learning.

Abdullah, M. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Aswaja Pressindo.

Affandi, Y & Iskandar, C.L. (2025). Ekonomi dan Keuangan Digital : Konsep dan Implementasi di Indonesia. Jakarta: BI Institute.

Amaliyah, F., & Aryanto. (2022). Pengaruh Jumlah Uang Beredar dan Suku Bunga terhadap Inflasi di Indonesia. Jurnal Ekonomi Pembangunan.

Boediono. (2018). Ekonomi Moneter. Jakarta: BPFE.

BPS. (2020). Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Indonesia. Jakarta: Badan Pusat Statistik Indonesia.

Firdaus, A. S., Reza, & Riyadi, R. (2022). Pengaruh Jumlah Uang Beredar, Tingkat Suku Bunga dan Pengeluaran Pemerintah terhadap Inflasi di Indonesia. Jurnal Ekonomi.

Ghozali, I., & Ratmono, D. (2020). Analisis Multivariat dan Ekonometrika Teori, Konsep dan Aplikasi dengan E-Views 10 (Edisi 2). Semarang: UNDIP.

Halim. (2024). Pengaruh Nilai Transaksi Uang Elektronik, Jumlah Uang Beredar, Nilai Tukar dan Suku Bunga terhadap Inflasi di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi

Hamid, R. S., Bachri, S., Salju, & Ikbal, M. (2020). Panduan Praktis Ekonometrika: Konsep Dasar dan Penerapan Menggunakan EViews 10. Jakarta: CV. AA Rizky.

Hasan, I. (2018). Analisis Data Penelitian Dengan Statistik. Jakarta: Bumi Aksara.

Hasoloan, J. (2014). Ekonomi Moneter. Jakarta: Deepublish.

Igamo, A. M., & Falianty, T. A. (2018). Analisis dampak sistem pembayaran non-tunai terhadap stabilitas sistem keuangan di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Indonesia, 18(2), 236–252.

Irianto, A. (2014). Statistik Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: Kencana.

Kalbuadi, K., & Yanthi, M. D. Y. (2020). Pengaruh Peluncuran Sistem E-Money terhadap Jumlah Uang Beredar dan Inflasi. Jurnal Cendekia Akuntansi.

Lintangsari, N. N., Hidayati, S., Purnomo, B. H., & Indrawati, S. M. (2018). Dampak instrumen pembayaran non-tunai terhadap perekonomian dan kebijakan moneter di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 9(1), 45–60.

Mahendra, A. (2016). Analisis pengaruh jumlah uang beredar, suku bunga SBI, nilai tukar terhadap inflasi di Indonesia. Jurnal Riset Akuntansi dan Keuangan, 2(1), 1–15.

Mankiw, N. G. (2016). Macroeconomics (9 ed.). Worth Publishers.

Mishkin, F. S. (2016). The Economics of Money, Banking, and Financial Markets. Pearson Education.

Rahmadani, D., & Hilmawan, R. (2024). Analisis pengaruh volume transaksi uang elektronik terhadap inflasi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik Indonesia, 11(1), 23–38.

Rosen, H. S., & Gayer, T. (2014). Public Finance (10 ed.). McGraw-Hill Education.

Sahir, syafrida H. (2021). Metodologi Penelitian. Jakarta: Penerbit KBM Indonesia.

Samuelson, P. A., & Nordhaus, W. D. (2017). Economics. McGraw-Hill Education.

Sinambela, L. P. (2014). Metodologi Penelitian Kuantitatif (Cetakan Kesatu). Jakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Jakarta: Alfabeta.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development (12 ed.). Pearson Education.

UNDP. (2019). Human Development Report 2019: Beyond Income, Beyond Averages, Beyond Today. UNDP.

Website Badan Pusat Statistik Indonesia https://bps.go.id

Website Bank Indonesia https://bi.go.id

Yanti, Y. W. T. F., & Soebagiyo, D. (2022). Analisis Pengaruh Variabel Moneter terhadap Inflasi di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan.

Downloads

Published

2026-08-11

How to Cite

Putri, S. A., & Sahla, H. (2026). Pengaruh Uang Elektronik (E-Money), Uang Kartal Dan Pengeluaran Pemerintah Terhadap Inflasi Di Indonesia Periode 2022-2024. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 7024–7043. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1286