Manajemen Piutang Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Perusahaan

Authors

  • Theresia Flora Saragi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH, Bengkulu
  • Ania Ania Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH, Bengkulu
  • Priskilawati lumbantoruan Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH, Bengkulu
  • Sella Nopia Saragi Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH, Bengkulu
  • Listisya Silaban Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH, Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1255

Keywords:

Manajemen Piutang, Laporan Keuangan, Kebijakan Kredit, Piutang Tak Tertagih, Aging Schedule, Psak 71, Expected Credit Loss, Modal Kerja, PT Unilever Indonesia

Abstract

Piutang (accounts receivable) merupakan salah satu komponen aset lancar yang memegang peranan sentral dalam laporan keuangan perusahaan. Manajemen piutang yang efektif dan efisien menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam menjaga likuiditas, meminimalkan risiko kredit, serta meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan. Kajian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif konsep manajemen piutang yang meliputi pengertian dan klasifikasi piutang, kebijakan kredit berbasis analisis 5C, prosedur penagihan, perlakuan akuntansi berdasarkan PSAK 55 dan PSAK 71 yang mengadopsi IFRS 9, model expected credit loss (ECL), analisis aging schedule, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas piutang, perbandingan model incurred loss versus ECL, rasio keuangan terkait, serta dampak komprehensif manajemen piutang terhadap seluruh komponen laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kajian literatur (library research) dengan pendekatan deskriptif-kualitatif, didukung data empiris laporan keuangan tahunan PT Unilever Indonesia Tbk (IDX: UNVR) tahun buku 2022–2023 sebagai acuan analisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen piutang yang baik—dicirikan oleh standar kredit selektif, pemantauan aging schedule sistematis, digitalisasi proses penagihan, dan pengendalian internal yang kuat berkontribusi signifikan pada peningkatan kualitas laporan keuangan, efisiensi modal kerja, dan stabilitas kinerja keuangan perusahaan. Data UNVR mengonfirmasi hal ini: receivable turnover mencapai 16,2 kali per tahun dengan days sales outstanding sekitar 22,5 hari, jauh lebih efisien dibandingkan rata-rata industri FMCG Asia sebesar 35 hari. Kajian ini juga mengidentifikasi kesenjangan penelitian terkait penerapan model ECL berbasis PSAK 71 pada sektor non-perbankan di Bursa Efek Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agustini, N. W., & Pratama, I. G. (2021). Pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur di BEI 2016–2019. Jurnal Ilmiah Akuntansi dan Bisnis, 16(1), 78–90.

Altman, E. I., & Hotchkiss, E. (2006). Corporate financial distress and bankruptcy: Predict and avoid bankruptcy, analyze and invest in distressed debt (3rd ed.). John Wiley & Sons.

Brigham, E. F., & Houston, J. F. (2019). Fundamentals of financial management (15th ed.). Cengage Learning.

Dechow, P. M., Ge, W., & Schrand, C. (2010). Understanding earnings quality: A review of the proxies, their determinants and their consequences. Journal of Accounting and Economics, 50(2–3), 344–401. https://doi.org/10.1016/j.jacceco.2010.09.001

Deloof, M. (2003). Does working capital management affect profitability of Belgian firms? Journal of Business Finance and Accounting, 30(3–4), 573–588. https://doi.org/10.1111/1468-5957.00008

Emery, G. W. (1987). An optimal financial response to variable demand. Journal of Financial and Quantitative Analysis, 22(2), 209–225.

Gitman, L. J., & Zutter, C. J. (2018). Principles of managerial finance (15th ed.). Pearson Education.

Hery. (2021). Analisis laporan keuangan: Pendekatan rasio keuangan. CAPS (Center for Academic Publishing Service).

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). (2014). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 55: Instrumen keuangan—Pengakuan dan pengukuran (Revisi 2014). IAI.

Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). (2017). Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 71: Instrumen keuangan (berlaku efektif 1 Januari 2020). IAI.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360. https://doi.org/10.1016/0304-405X(76)90026-X

Kasmir. (2019). Analisis laporan keuangan (Edisi revisi, cetakan ke-12). PT RajaGrafindo Persada.

Kieso, D. E., Weygandt, J. J., & Warfield, T. D. (2020). Intermediate accounting (17th ed.). John Wiley & Sons.

Lam, J. (2014). Enterprise risk management: From incentives to controls (2nd ed.). John Wiley & Sons.

Lazaridis, I., & Tryfonidis, D. (2006). Relationship between working capital management and profitability of listed companies in the Athens Stock Exchange. Journal of Financial Management and Analysis, 19(1), 26–35.

Munawir, S. (2018). Analisis laporan keuangan (Edisi keempat, cetakan ke-17). Liberty.

Narayanan, V., & Nanda, V. (2020). Receivables management and trade credit: A review of the empirical literature. Journal of Corporate Finance, 60, 101–115.

Oktaviani, R., & Mardhiyah, A. (2020). Pengaruh manajemen piutang terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Akuntansi dan Keuangan Indonesia, 17(1), 45–62. https://doi.org/10.21002/jaki.2020.03

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2022). Laporan perkembangan keuangan berkelanjutan 2022. OJK. https://www.ojk.go.id

PT Unilever Indonesia Tbk. (2024). Laporan keuangan tahunan 31 Desember 2023 (Audited). Bursa Efek Indonesia. https://www.idx.co.id

Raheman, A., & Nasr, M. (2007). Working capital management and profitability: Case of Pakistani firms. International Review of Business Research Papers, 3(1), 279–300.

Rahayu, S., & Pratiwi, A. (2021). Pengaruh kualitas piutang terhadap profitabilitas perusahaan manufaktur di BEI. Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia, 5(2), 88–104.

Riyanto, B. (2019). Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan (Edisi keempat, cetakan ke-13). BPFE Yogyakarta.

Romney, M. B., & Steinbart, P. J. (2018). Accounting information systems (14th ed.). Pearson Education.

Sekaran, U., & Bougie, R. (2019). Research methods for business: A skill-building approach (8th ed.). John Wiley & Sons.

Soeprihanto, J., & Suad, H. (2020). Manajemen keuangan: Dasar-dasar pembelanjaan perusahaan (Edisi ke-5). BPFE Yogyakarta.

Sudana, I. M. (2019). Manajemen keuangan perusahaan: Teori dan praktik (Edisi ke-2). Penerbit Erlangga.

Van Horne, J. C., & Wachowicz, J. M. (2018). Fundamentals of financial management (13th ed.). Pearson Education.

Wahyuni, E. T., & Setiawan, D. (2022). Digitalisasi keuangan dan efisiensi manajemen piutang pada perusahaan publik Indonesia. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 26(3), 412–428. https://doi.org/10.26905/jkdp.v26i3.7201

Wild, J. J., Subramanyam, K. R., & Halsey, R. F. (2018). Financial statement analysis (13th ed.). McGraw-Hill Education.

Weston, J. F., & Copeland, T. E. (2019). Managerial finance (9th ed.). Cengage Learning.

Downloads

Published

2026-07-03

How to Cite

Saragi, T. F., Ania, A., lumbantoruan, P., Saragi, S. N., & Silaban, L. (2026). Manajemen Piutang Dan Pengaruhnya Terhadap Laporan Keuangan Perusahaan. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 402–414. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1255