Perencanaan Kurikulum Merdeka Sebagai Upaya Mengatasi Angka Putus Sekolah Di Wilayah Pesisir Kabupaten Brebes

Authors

  • Sasa Refiatul Alfianti Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan
  • Mutammam Mutammam Universitas Islam Negeri K.H Abdurrahman Wahid Pekalongan

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1244

Keywords:

Kurikulum Merdeka, Putus Sekolah, Wilayah Pesisir

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perencanaan Kurikulum Merdeka dalam mengatasi angka putus sekolah di wilayah pesisir Kabupaten Brebes. Adanya angka putus sekolah yang terjadi di wilayah Brebes masih menjadi permasalahan yang memengaruhi kualitas pendidikan, khususnya pada masyarakat di pesisir yang menghadapi berbagai kendala, seperti kondisi ekonomi keluarga yang rendah, lingkungan sosial yang kurang mendukung pendidikan, rendahnya motivasi belajar, serta keterbatasan akses terhadap layanan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kepustakaan (library research) dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui kajian berbagai sumber, seperti jurnal ilmiah, artikel penelitian, dokumen kebijakan pendidikan, buku, dan laporan resmi yang relevan dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki potensi untuk menekan angka putus sekolah melalui penerapan pembelajaran yang fleksibel, berpusat pada peserta didik, serta disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik lingkungan para siswa. Strategi yang dapat dilakukan meliputi peningkatan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran yang inovatif, penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua dan masyarakat, pemanfaatan teknologi pembelajaran, penerapan pembelajaran berbasis proyek yang kontekstual, serta pelaksanaan evaluasi berbasis kompetensi. Dengan melalui strategi tersebut, Kurikulum Merdeka diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna, serta mendukung keberlangsungan pendidikan bagi anak-anak di wilayah pesisir Kabupaten Brebes.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Almarisi, A. (2023). Kelebihan dan kekurangan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran Sejarah Dalam Perspektif Historis. MUKADIMAH: Jurnal Pendidikan, Sejarah, dan Ilmu-ilmu Sosial, 111-117.

Arif Munandar, E. M. (2025). Strategi Guru dalam Mengatasi Kendala Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar . Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 395-408.

Arifa, F. N. (2022). Impelemtasi Kurikulum Merdeka dan Tantangannya. Info Singkat Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 25-30.

Ayu Ningsi, S. A. (2024). Identifikasi Tantangan dan Strategi dalam Implementasi Kurikulum Merdeka pada Tingkat Sekolah Dasar. Ideguru : Jurnal Karya Ilmiah Guru, 678-682.

Azmi, F. (2023). Partisipasi Masyarakat Dalam Proses Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2016. AT-TAZAKKI, 151-169.

Bernei Trilling, C. F. (2009). 21st Century Skills: Learning for Life in Our times. an Francisco, CA: Jossey-Bass (Wiley Imprint).

Dinas Komunikasi, I. d. (2022). BREBES DALAM DATA TAHUN 2024. Brebes: Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kab. Brebes.

Endah Yunita, Y. H. (2025). Implementasi Kurikulum Merdeka: Tantangan, Strategi Dan Dampaknya Terhadap Praktik Pembelajaran. Pendas; Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 251-262.

Fisabillah Aura, M. F. (2016). Implementasi Strategi Pembelajaran Seni Budaya Dalam Kurikulum Merdeka Pada Siswa Kelas III SDN Temukerep Brebes. Tunas Nusantara: JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN DASAR, 37-49.

Kementerian Pendidikan, K. R. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Tahun Pertama: Perubahan-Perubahan Awal dan Tantangan yang Dihadapi. Jakarta: Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan.

Kurniawan, A. (2020). Peran Kepala Sekolah Dalam Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru di Sekolah Menengah Kejuruan Sultan Agung Cirebon. Jurnal Isema : Islamis Educational Management, 1-14.

Lilik Sri Hariania, E. A. (2023). Pelatihan dan Pendampingan Menyusun Modul Ajar pada Kurikulum Merdeka Bagi Guru. Jurnal Pengabdian Kepada Masyyarakat, 54-60.

Nurjannah, M. R. (2017). Kehidupan Remja Putus Sekolah di Desa Lara Kecamatan Karossa Kabupaten Mamuju Tengah. Jurnal Sosiolisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan, 95-99.

Pendidikan, P. S. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka pada tahun pertama: Perubahan-Perubahan awal dan tantangan yang dihadapi. Jakarta: Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan.

Priyono Tri Febrianto, B. S. (2022). Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di Sekolah Dasar Wilayah Pesisir. Jurnal Mayarakat Maritim, 45-58.

Rusman. (2018). Manajemen Kurikulum. Depok: Rejawali Pers.

Ryan Indy, F. J. (2019). Peran Pendidikan Dalam Proses Perubahan Sosial di Desa Tumaluntung Kecamatan Kauditan Kabupaten Minahasa Utara. HOLISTIK, Journal of Social and Culture, 1-18.

Terry, G. R. (2016). Prinsip-Prinsip Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.

Wahyu Arief Adha, S. F. (2023). Peran Kepala Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. IBTIDA: Jurnal Kajian Pendidikan Dasar, 68-80.

Wassalwa, M. (2021). Analisis Tingkat Pendidikan Anak Nelayan dilihat dari kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua di Tanjung Balai. Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Sumatra Utara, 1-77.

Zaidatun Na'imah, S. A. (2025). Persepsi Guru Mata Pelajaran IPS pada Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Di SMP Negeri 1 Plumpang Kabupaten Tuban. Dialektika Pendidikan IPS, 215-224.

Downloads

Published

2026-07-07

How to Cite

Alfianti, S. R., & Mutammam, M. (2026). Perencanaan Kurikulum Merdeka Sebagai Upaya Mengatasi Angka Putus Sekolah Di Wilayah Pesisir Kabupaten Brebes. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 802–815. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1244