Pengaruh Video Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Materi Hukum Dan Bacaan Al – Qur’an Di MTS Alkhairaat Kota Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1217Keywords:
Video Pembelajaran, Hasil Belajar, Hukum Bacaan al-Qur’anAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada materi hukum dan bacaan al-Qur’an di MTs Alkhairaat Kota Gorontalo. Proses pembelajaran yang masih didominasi oleh metode ceramah menyebabkan peserta didik kurang aktif dan mengalami kesulitan dalam memahami materi hukum bacaan al-Qur’an, khususnya Mad Ṭabi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video pembelajaran terhadap hasil belajar siswa pada materi hukum dan bacaan al-Qur’an di MTs Alkhairaat Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian terdiri dari kelas VII E sebagai kelas kontrol yang berjumlah 24 siswa dan kelas VII F sebagai kelas eksperimen yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pretest dan posttest. Data dianalisis melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji hipotesis menggunakan Independent Samples t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji hipotesis yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 78,6 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 50,2. Dengan demikian, media video pembelajaran efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi hukum dan bacaan al-Qur’an.
Downloads
References
Adliani, Siska, dan Widda Syafira Abd. 2019. “Pemanfaatan Video untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar,” 141–45.
Dianti, Yira. 2017. “belajar.” Angewandte Chemie International Edition, 6(11), 951–952., 5–24. http://repo.iain-tulungagung.ac.id/5510/5/BAB 2.pdf.
Janawi. 2019. “Memahami Karakteristik Peserta Didik dalam Proses Pembelajaran.” Tarbawy: Jurnal Pendidikan Islam 6 (2): 68–79.
Kirtawadi. 2023. “KEDUDUKANAL-QURAN DAN HADISSEBAGAI DASAR PENDIDIKAN ISLAM” 2 (2): 204–19.
Kobandaha, Firmansah. 2017. “PENDIDIKAN INSPIRATIF ( Menjadikan Iklim Pembelajaran Bermakna )” 5:118–23.
Magdalena, Ina, Alif Fatakhatus Shodikoh, dan Anis Rachma Pebrianti. 2021. “PENTINGNYA MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SDN MERUYA SELATAN 06 PAGI” 3:312–25.
Panjaitan, Hendripal, dan Febi Hafizzah. 2025. “Peran Guru Sebagai Fasilitator dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SDIT Mutiara Ilmu Kuala The Role of Teachers as Facilitators in Improving the Quality of Learning at SDIT Mutiara Ilmu Kuala” 5 (1): 328–43.
Pembelajaran, Teori, dan Al Qur. 2021. “TEORI PEMBELAJARAN Al QUR’AN” 4:29–40.
Prof. Dr. Sugiyono. 2023. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. ALFABETA, cv I Hotline: 081.1213.9484 TT. Gegerkalong Hilir No. 84 Bandung Telp. (022) 200 8822 Fax. (022) 2020 373 Website: www.cvalfabeta.com.
S, Skripsi Sarjana. 2017. “PENGARUH VIDIO PEMBELAJARAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATERI HUKUM DAN BACAAN AL – QUR’AN.”
Susanti, Rani. 2013. “Teknologi Pendidikan Dan Peranannya Dalam Transformasi Pendidikan.” Jurnal Teknologi Pendidikan 2 (2): 15–23. https://doi.org/10.32832/tek.pend.v2i2.448.
Tokolang, Nisfbania, Herson Anwar, Febry Rizki, Susanti Kalaka, Pgmi Fitk, Iain Sultan, Amai Gorontalo, Fitk Iain, dan Sultan Amai. 2022. “Peran Orang Tua Dalam Pembentukan Karakter Anak Oleh : Kata Kunci : Peran Orang Tua , Karakter Anak Keywords : Role of Parents , Children ’ s Character [ EDUCATOR - VOLUME 3 , NO 1 , JULI 2022 ] PENDAHULUAN Orang tua merupakan salah satu proses yang dijalani oleh pasangan yang memiliki anak . Pasangan tersebut terdiri dari ayah dan ibu , yang akan memberikan contoh , bimbingan , arahan , nasehat dan sikap yang baik ke anaknya . Orang tua adalah pihak pertama dan yang sangat bertangung jawab dalam pendidikan dan bimbingan anak . Fungsi dan tanggung jawab orang tua tersebut tidak dapat digantikan oleh siapapun dan lembaga manapun . Karena itulah keluarga dalam hal ini orang tua memiliki kedudukan yang sangat penting , dimana bahwa keluarga adalah cikal bakal , sumber inspirasi dan pondasi peradaban . Menurut Zubaedi , keluarga adalah komunitas pertama di mana manusia sejak usia dini belajar konsep baik dan buruk pantas dan tidak pantas , benar dan salah , dengan kata lain di keluargalah seseorang belajar tata nilai atau moral . Karena tata nilai yang diyakini seseorang akan tercermin dalam karakternya , maka dikeluargalah proses pendidikan karakter berawal 1 . Syamsul Kurniawan menyatakan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan yang cukup efektif dan efisien dalam upaya mengantarkan generasi penerus dalam membekali kemampuan diri dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menjadi generasi yang handal , terampil , dan tangguh 2 . Sebagai unit sosial terkecil dalam masyarakat , keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama dalam menanamkan norma dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku yang dianggap penting bagi kehidupan pribadi , keluarga , dan masyarakat . Institusi keluarga tentu tidak bebas dari berbagai dampak perubahan sosial dan tantangan yang ada di luarnya . OIeh karena itu , keluarga ( orang tua ) harus memahami fungsi mereka dalam keluarga . Dalam konsep BKKBN , keluarga mempunyai fungsi keagamaan , fungsi sosial budaya , fungsi cinta kasih , fungsi perlindungan ( proteksi ), fungsi reproduksi , fungsi sosialisasi dan pendidikan , fungsi ekonomi dan fungsi” 3 (1): 36–60.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















