Rekonstruksi Pendidikan Agama Islam Berbasis Multiliterasi Digital dalam Penguatan Moderasi Beragama di Era Artificial Intelligence
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1193Keywords:
Pendidikan Agama Islam, Multiliterasi Digital, Moderasi Beragama, Artificial Intelligence, Rekonstruksi Paradigma PedagogisAbstract
Artikel ini menganalisis rekonstruksi Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multiliterasi digital dalam penguatan moderasi beragama di era Artificial Intelligence (AI). Perkembangan AI, algoritma media sosial, dan transformasi ekosistem digital telah mengubah pola produksi, distribusi, dan konsumsi pengetahuan keagamaan secara fundamental. Kondisi ini memunculkan tantangan berupa disinformasi keagamaan, polarisasi ideologi berbasis algoritma, reduksionisme pemahaman agama yang tekstual-literalistik, serta krisis otoritas keilmuan di ruang digital. Dalam konteks ini, PAI yang berorientasi pada transmisi pengetahuan normatif tidak lagi memadai, melainkan perlu direkonstruksi melalui pendekatan multiliterasi digital yang integratif, meliputi literasi digital, literasi kritis, literasi media, literasi kultural, dan literasi spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan analisis kritis terhadap literatur pendidikan Islam kontemporer, multiliterasi digital, moderasi beragama, dan AI dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi multiliterasi digital dalam pembelajaran PAI mampu memperkuat kemampuan peserta didik dalam memverifikasi informasi keagamaan, memahami teks secara kontekstual, membangun kesadaran etis dalam penggunaan teknologi, serta menumbuhkan sikap inklusif, dialogis, dan moderat. Rekonstruksi PAI berbasis multiliterasi digital merupakan paradigma pedagogis yang relevan dalam membangun moderasi beragama yang adaptif, reflektif, dan humanis di era AI.
Downloads
References
Abidin, Y. (2015). Pembelajaran multiliterasi: Sebuah jawaban atas tantangan pendidikan abad ke-21. Bandung: Refika Aditama.
Al-Jabri, M. A. (1990). Bunyah al-'Aql al-'Arabi: Dirasah Tahliliyyah Naqdiyyah li Nuzum al-Ma'rifah fi al-Tsaqafah al-'Arabiyyah. Beirut: Markaz Dirasat al-Wahdah al-'Arabiyyah.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Bail, C. A., Argyle, L. P., Brown, T. W., Bumpus, J. P., Chen, H., Hunzaker, M. B. F., Lee, J., Mann, M., Merhout, F., & Volfovsky, A. (2018). Exposure to opposing views on social media can increase political polarization. Proceedings of the National Academy of Sciences, 115(37), 9216–9221. https://doi.org/10.1073/pnas.1804840115
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa
Campbell, H. A. (2013). Digital religion: Understanding religious practice in new media worlds. New York: Routledge.
Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Oxford: Wiley-Blackwell.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Dwivedi, Y. K., Kshetri, N., Hughes, L., Slade, E. L., Jeyaraj, A., Kar, A. K., ... & Wright, R. (2023). "So what if ChatGPT wrote it?" Multidisciplinary perspectives on opportunities, challenges and implications of generative conversational AI for research, practice and policy. International Journal of Information Management, 71, 102642. https://doi.org/10.1016/j.ijinfomgt.2023.102642
Floridi, L., Cowls, J., King, T. C., & Taddeo, M. (2020). How to design AI for social good: Seven essential factors. Science and Engineering Ethics, 26(3), 1771–1796. https://doi.org/10.1007/s11948-020-00213-5
Freire, P. (1970). Pedagogy of the oppressed. New York: Continuum.
Gilster, P. (1997). Digital literacy. New York: Wiley Computer Publishing.
Hefner, R. W. (2011). Public Islam and the problem of democratization in Indonesia. Sociology of Religion, 72(3), 297–320. https://doi.org/10.1093/socrel/srr015
Hidayat, A. (2020). Literasi digital dan penguatan moderasi beragama di kalangan generasi muda. Jurnal Komunikasi Islam, 10(2), 123–140.
Kementerian Agama RI. (2019). Moderasi beragama. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.
Krippendorff, K. (2013). Content analysis: An introduction to its methodology (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Lim, M. (2018). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 50(3), 411–427. https://doi.org/10.1080/14672715.2018.1481239
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. Thousand Oaks: Sage Publications.
Luckin, R. (2018). Machine learning and human intelligence: The future of education for the 21st century. London: UCL IOE Press.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
Mulyasa, E. (2018). Implementasi kurikulum 2013 revisi dalam era industri 4.0. Bandung: Remaja Rosdakarya.
New London Group. (1996). A pedagogy of multiliteracies: Designing social futures. Harvard Educational Review, 66(1), 60–92. https://doi.org/10.17763/haer.66.1.17370n67v22j160u
Pariser, E. (2011). The filter bubble: What the internet is hiding from you. New York: Penguin Press.
Pratiwi, N., & Pritanova, N. (2017). Pengaruh literasi digital terhadap sikap remaja. Jurnal Ilmu Pendidikan, 23(1), 11–24.
Rahman, F. (2022). Inovasi pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis digital dalam penguatan karakter moderat. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 19(2), 201–218.
Rahmawati, L. (2020). Multiliterasi dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Tadris: Jurnal Pendidikan Islam, 15(2), 233–248.
Setiawan, D. (2019). Literasi digital dan pembentukan karakter siswa pada era revolusi industri 4.0. Jurnal Pendidikan Karakter, 9(2), 153–164.
Suyadi. (2019). Pendidikan karakter berbasis religiusitas dalam menghadapi era disrupsi. Jurnal Pendidikan Islam, 8(1), 1–14.
Torraco, R. J. (2005). Writing integrative literature reviews: Guidelines and examples. Human Resource Development Review, 4(3), 356–367. https://doi.org/10.1177/1534484305278283
Tranfield, D., Denyer, D., & Smart, P. (2003). Towards a methodology for developing evidence-informed management knowledge by means of systematic review. British Journal of Management, 14(3), 207–222. https://doi.org/10.1111/1467-8551.00375
Wardle, C., & Derakhshan, H. (2017). Information disorder: Toward an interdisciplinary framework for research and policy making. Strasbourg: Council of Europe.
Widyastuti, A. (2018). Literasi kritis dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 3(2), 85–98.
Yunus, A. (2020). Multiliterasi dalam pendidikan Indonesia abad ke-21. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 5(1), 23–34.
Zuhdi, M. (2018). Tantangan moderasi beragama di Indonesia. Jurnal Harmoni, 17(2), 115–130.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















