Analisis KAP Dalam Mekanisme Rantai Pasok Sampah Domestik Rumah Tangga Pada Kawasan Padat Penduduk Di Kelurahan Gilingan Kota Surakarta
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1187Keywords:
knowledge-action gap, re-mixing, rantai pasok sampah, Theory of Planned Behavior, reverse logisticsAbstract
Pengelolaan sampah domestik di kawasan padat penduduk perkotaan menghadapi tantangan sistemik yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga melibatkan dinamika perilaku masyarakat dan kesiapan infrastruktur logistik secara simultan. Penelitian ini berangkat dari fenomena kesenjangan antara pengetahuan dan tindakan (knowledge-action gap) yang persisten, di mana sebagian besar warga memiliki pengetahuan memadai tentang klasifikasi sampah namun gagal mengimplementasikannya dalam praktik pemilahan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis mekanisme rantai pasok sampah domestik serta faktor-faktor yang menyebabkan kegagalan transisi dari pengetahuan menuju praktik pemilahan di kawasan padat penduduk Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian ini melibatkan 24 informan kunci yang terdiri atas perwakilan rumah tangga, petugas Kelompok Swadaya Masyarakat, dan pengurus lingkungan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan kerangka integrasi Knowledge, Attitude, Practice (KAP) dan Theory of Planned Behavior (TPB). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa 68,75 persen warga memiliki pengetahuan yang baik tentang klasifikasi sampah, namun hanya 31,25 persen yang melakukan pemilahan secara konsisten. Kegagalan ini bukan disebabkan oleh rendahnya kesadaran, melainkan oleh lemahnya perceived behavioral control akibat keterbatasan infrastruktur serta persepsi kolektif bahwa pemilahan adalah tindakan sia-sia. Penelitian ini juga mengidentifikasi fenomena kritis re-mixing, yaitu pencampuran kembali sampah yang telah dipilah akibat penggunaan armada pengangkut tanpa sekat pemisah, serta bottleneck spasial berupa gang sempit selebar 2 meter yang membatasi mobilitas logistik pengangkutan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa infrastruktur bukan sekadar alat angkut, melainkan enabler utama yang menentukan keberlanjutan praktik pemilahan dan kualitas aliran material dalam sistem reverse logistics. Secara teoretis, integrasi KAP, TPB, dan konsep reverse logistics pada skala rumah tangga di kawasan urban enclave mengisi kesenjangan penelitian yang selama ini terfragmentasi. Secara praktis, modifikasi armada pengangkut mikro dengan sekat kedap air direkomendasikan sebagai intervensi paling mendesak dan cost-effective untuk memutus lingkaran setan re-mixing sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengelolaan sampah.
Downloads
References
Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179-211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T
Al Hafidz, R. A. A. (2023). Implementasi Surat Edaran Camat No. Lh.15.01/629.1 Tahun 2021 tentang program paksa pilah sampah dari rumah di Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Jurnal Solidaritas FISIP UNISRI, 6(2), 1-10.
Amir, F., Miru, A. S., & Sabara, E. (2025). Urban household behavior in Indonesia: Drivers of zero waste participation. arXiv preprint. https://doi.org/10.48550/arXiv.2505.17864
Babaei, A. A., Alavi, N., Goudarzi, G., Teymouri, P., Ahmadi, K., & Rafiee, M. (2015). Household recycling knowledge, attitudes and practices towards solid waste management. Resources, Conservation and Recycling, 102, 94-100. https://doi.org/10.1016/j.resconrec.2015.06.014
Bardus, M., & Massoud, M. A. (2022). Predicting the intention to sort waste at home in rural communities in Lebanon: An application of the theory of planned behaviour. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(15), 9383. https://doi.org/10.3390/ijerph19159383
Chopra, S., & Meindl, P. (2016). Supply chain management: Strategy, planning, and operation (6th ed.). Pearson.
Corbin, J., & Strauss, A. (2008). Basics of qualitative research: Techniques and procedures for developing grounded theory (3rd ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781452230153
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.
Flick, U. (2022). An introduction to qualitative research (7th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781529777147
Guest, G., Namey, E., & Chen, M. (2020). A simple method to assess and report thematic saturation in qualitative research. PLoS ONE, 15(5), e0232076. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0232076
Halldorsson, A., Altuntas Vural, C., & Wehner, J. (2019). Sustainable supply chain management in the waste management industry. In Sustainable Supply Chains (pp. 123-145). Springer.
Kawulich, B. B. (2005). Participant observation as a data collection method. Forum Qualitative Sozialforschung / Forum: Qualitative Social Research, 6(2), Art. 43. https://doi.org/10.17169/fqs-6.2.466
Kaza, S., Yao, L. C., Bhada-Tata, P., & Van Woerden, F. (2024). What a Waste 3.0: A global snapshot of solid waste management to 2050. The World Bank Group.
Kementerian Lingkungan Hidup. (2025). Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN). https://sampahnasional.kemenlh.go.id/
Knussen, C., Yule, F., MacKenzie, J., & Wells, M. (2004). An analysis of intentions to recycle household waste: The roles of past behaviour, perceived difficulty, perceived control and moral norms. Environment and Behavior, 36(1), 111-127. https://doi.org/10.1177/0013916503253897
Kollmuss, A., & Agyeman, J. (2002). Mind the gap: Why do people act environmentally and what are the barriers to pro-environmental behavior? Environmental Education Research, 8(3), 239-260. https://doi.org/10.1080/13504620220145401
Lahane, S., Kant, R., & Shankar, R. (2020). Circular supply chain management: A state-of-art review and future opportunities. Journal of Cleaner Production, 258, 120859. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2020.120859
Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. International Journal of Intercultural Relations, 9(4), 438-439. https://doi.org/10.1016/0147-1767(85)90062-8
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Oliveira, H. L. H. de, & Pozo, O. V. C. (2025). Pro-environmental behavior and waste sorting under the theory of planned behavior: A narrative literature review. Brazilian Journal of Production Engineering, 11(4), 1-18.
Ozdamar, B., & Göçer, A. (2025). Navigating the open-loops: Actor dynamics and bottlenecks in the transition towards circular household waste supply chains. Markets, Globalization & Development Review, 10(2), Article 2. https://doi.org/10.23860/MGDR-2025-10-02-02
Pakpour, A. H., Zeidi, I. M., Emamjomeh, M. M., Asefzadeh, S., & Pearson, H. (2014). Household waste behaviours among a community sample in Iran: An application of the theory of planned behaviour. Waste Management, 34(6), 980-986. https://doi.org/10.1016/j.wasman.2013.10.028
Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.
Rakhmawati, T., Damayanti, S., Jati, R. K., & Astrini, N. J. (2023). An extended TPB model of waste-sorting intention: A case study of Indonesia. Management of Environmental Quality: An International Journal, 34(5), 1248-1268. https://doi.org/10.1108/MEQ-07-2022-0187
Riazy, H. G. (2025). Strategi pengelolaan sampah rumah tangga untuk mendukung program circular economy di Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Green Growth dan Manajemen Lingkungan, 4(1), 25-38.
Rifai, M. K. (2025). Examining factors of household waste sorting behaviour in an urban area: A case study in Sidoarjo, Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1438, 012002. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1438/1/012002
Steg, L., & Vlek, C. (2009). Encouraging pro-environmental behaviour: An integrative review and research agenda. Journal of Environmental Psychology, 29(3), 309-317. https://doi.org/10.1016/j.jenvp.2008.10.004
Suryanto, S., Mafruhah, I., Istiqomah, N., Sholeh, S., Agustian, S. A., & Setyawan, S. B. (2025). Pengelolaan sampah organik melalui integrasi UMAITA (Unggas, Maggot, Ikan, dan Tanaman) sebagai model ekonomi sirkular. SEMAR, 14(2), 248-257.
Transport Economics and Management. (2025). Mapping reverse logistics: Research insights, environmental impacts, and pathways to sustainability. Transport Economics and Management, 3, 403-422. https://doi.org/10.1016/j.teaman.2025.01.001
UNEP. (2024). Global Waste Management Outlook 2024: Beyond an age of waste. International Solid Waste Association.
Waxin, M. F., Baber, H., Bartholomew, A., & Ahammed, A. (2025). Exploring waste sorting behavior and its antecedents among university students in the UAE using an extended theory of planned behavior. Cleaner Waste Systems, 12, 100402. https://doi.org/10.1016/j.clwas.2025.100402
Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.
Yuliesti, K. D., Suripin, & Sudarno. (2020). Strategi pengembangan pengelolaan rantai pasok dalam pengolahan sampah plastik. Jurnal Ilmu Lingkungan, 18(1), 126-132. https://doi.org/10.14710/jil.18.1.126-132
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















