Implementasi Konsep Regenerative Tourism dalam Upaya Mitigasi Kerusakan Pantai di Kawasan Wisata Sungai Suci Kabupaten Bengkulu Tengah

Authors

  • Duwi Susanti Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH
  • Henny Aprianty Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH
  • Hernowo Novi Yanto Universitas Prof. Dr. Hazairin, SH

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.1153

Keywords:

Regenerative Tourism, Mitigasi Kerusakan Pantai, Pariwisata Pesisir, Model Grindle, Bengkulu Tengah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi kerusakan lingkungan di kawasan wisata Pantai Sungai Suci Kabupaten Bengkulu Tengah serta mengkaji implementasi konsep regenerative tourism sebagai upaya mitigasi kerusakan pantai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis implementasi kebijakan dilakukan menggunakan model Merilee S. Grindle yang mencakup dimensi isi kebijakan (content of policy) dan konteks implementasi (context of implementation). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pantai Sungai Suci menghadapi tiga bentuk kerusakan utama, yaitu abrasi pantai akibat hantaman langsung ombak Samudra Hindia (15 km pantai Bengkulu Tengah terdampak abrasi), penumpukan sampah wisata yang meningkat seiring lonjakan kunjungan (puncak April 18% dan Desember 14% dari total kunjungan 2025), serta kerusakan vegetasi pesisir akibat aktivitas wisata yang belum sepenuhnya terkendali. Implementasi regenerative tourism di kawasan ini dilakukan melalui lima pilar, yaitu konservasi lingkungan dan rehabilitasi vegetasi pantai, pengelolaan sampah berkelanjutan, keterlibatan dan pemberdayaan masyarakat lokal, edukasi wisatawan, serta pengelolaan wisata berkelanjutan berbasis fasilitas ramah lingkungan. Analisis model Grindle menunjukkan bahwa implementasi didukung oleh partisipasi aktif masyarakat, potensi alam yang kuat, dan kolaborasi multi-pihak, namun terhambat oleh keterbatasan anggaran konservasi, belum adanya regulasi desa yang spesifik mengatur regenerative tourism, dan konsistensi pengawasan yang masih lemah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa regenerative tourism secara bertahap berhasil meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal, meskipun masih memerlukan penguatan kelembagaan dan alokasi pendanaan yang lebih terstruktur

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alongi, D. M. (2018). Impact of Global Change on Nutrient Dynamics in Mangrove Forests. Forests, 9(10), 596.

Astiti, N. M. A. (2025). Indicators of Regenerative Tourism Implementation. Journal of Sustainable Tourism Research, 12(1), 45–62.

Bellato, L., & Pollock, A. (2022). Regenerative Tourism: A Framework for Transformative Travel. Tourism Management Perspectives, 44, 100987.

Bellato, L., Pollock, A., & Duxbury, N. (2025). Regenerative Tourism: Breaking Down the Theory into Practice. Journal of Tourism Futures, 11(1), 12–28.

Bramwell, B., & Lane, B. (2018). Sustainable Tourism: An Evolving Global Approach. Journal of Sustainable Tourism, 1(1), 1–5.

Dahuri, R., Rais, J., Ginting, S. P., & Sitepu, M. J. (2018). Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu. Jakarta: Pradnya Paramita.

Das, M., & Mishra, P. (2025). Regenerative Tourism for Coastal Restoration: Principles and Practices. Coastal Management Journal, 53(2), 115–133.

Duxbury, N., Bakas, F. E., Vinagre de Castro, T., & Silva, S. (2021). Creative Tourism Development Models towards Sustainable and Regenerative Tourism. Sustainability, 13(1), 2.

Fennell, D. A. (2020). Tourism Ethics (2nd ed.). Channel View Publications.

Ferrero, C. (2023). Community-Based Regenerative Tourism: Economic and Social Dimensions. International Journal of Tourism Research, 25(3), 345–360.

Giampiccoli, A., & Saayman, M. (2018). Community-Based Tourism: From a Local to a Global Push. African Journal of Hospitality, Tourism and Leisure, 7(3), 1–20.

Grindle, M. S. (2017). Politics and Policy Implementation in the Third World. Princeton: Princeton University Press.

Hakim, L. (2021). Wisata Berbasis Konservasi: Pendekatan dan Implementasi. Malang: UB Press.

Hermawan, H. (2022). Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Wisata Berbasis Komunitas. Jurnal Pariwisata Indonesia, 18(2), 78–94.

Higgins-Desbiolles, F. (2021). The 'War Over Tourism': Challenges to Sustainable Tourism in the Tourism Academy after COVID-19. Journal of Sustainable Tourism, 29(4), 551–569.

Iddawala, S., & Lee, J. K. (2025). Regenerative Tourism: A Conceptual Framework for Destination Recovery. Tourism Geographies, 27(1), 23–41.

Irwansah, M., Yusuf, M., & Hasanuddin, R. (2024). Rehabilitasi Vegetasi Pantai sebagai Upaya Mitigasi Abrasi. Jurnal Kelautan dan Perikanan, 19(1), 45–58.

Jambeck, J. R., Geyer, R., Wilcox, C., Siegler, T. R., Perryman, M., Andrady, A., & Law, K. L. (2018). Plastic Waste Inputs from Land into the Ocean. Science, 347(6223), 768–771.

Mihalic, T. (2020). Conceptualising Overtourism: A Sustainability Approach. Annals of Tourism Research, 84, 103–131.

Pangestu, M., Hadi, S., & Martoyo, S. (2017). Pengembangan Pariwisata dan Pemberdayaan Masyarakat. Jakarta: Kementerian Pariwisata.

Pratikto, W. A. (2017). Mitigasi Bencana Pesisir dan Laut. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Rahmawati, D. (2020). Rehabilitasi Vegetasi Pesisir untuk Pengendalian Abrasi. Jurnal Ekologi Pesisir, 8(2), 112–125.

Saputra, T. (2022). Pengelolaan Sampah Wisata di Kawasan Pantai Indonesia. Jurnal Lingkungan Hidup, 14(1), 34–49.

Spenceley, A. (2019). Regenerative Tourism and Sustainable Destination Development. Tourism Planning & Development, 16(5), 551–568.

Sukarsa, I. M., Partha, C. G. A., & Yuliarmi, N. N. (2018). Ekonomi Pariwisata: Teori dan Aplikasi. Denpasar: Warmadewa University Press.

Suleman, A., & Bur, A. (2023). Mitigasi Abrasi dan Sedimentasi Kawasan Pesisir. Jurnal Teknik Kelautan, 11(2), 78–92.

Supriharyono. (2019). Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Jakarta: Gramedia.

Tham, A., & Sharma, A. (2022). Regenerative Tourism and Community Participation: A Systematic Review. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 34(7), 2612–2635.

Tibuludji, S., Koagouw, F. V. I. A., & Lolong, A. A. (2017). Dampak Sosial Ekonomi Pariwisata pada Masyarakat Pesisir. Jurnal Sosial Ekonomi, 11(2), 34–49.

Triatmodjo, B. (2019). Teknik Pantai. Yogyakarta: Beta Offset.

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. Jakarta: Kementerian Hukum dan HAM RI.

UNEP. (2021). Single-Use Plastics: A Roadmap for Sustainability. Nairobi: UNEP.

Winanti, R., & Sari, M. P. (2025). Perkembangan Regenerative Tourism di Indonesia: Peluang dan Tantangan. Jurnal Pariwisata Nasional, 9(1), 45–62.

Wondirad, A., Tolkach, D., & King, B. (2020). Stakeholder Collaboration as a Major Factor for Sustainable Ecotourism Development in Developing Countries. Tourism Management, 78, 104024.

Wondirad, A., Woldearegay, A. G., & Admassu, S. (2024). Ecotourism and Environmental Conservation in Developing Countries. Journal of Ecotourism, 23(2), 89–108.

Wood, M. E. (2018). Ecotourism: Principles, Practices & Policies for Sustainability. Burlington: Butterwort Heinemann.

Yoeti, O. A. (2016). Pengantar Ilmu Pariwisata (Edisi Revisi). Bandung: Angkasa.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Susanti, D., Aprianty , H., & Yanto, H. N. (2026). Implementasi Konsep Regenerative Tourism dalam Upaya Mitigasi Kerusakan Pantai di Kawasan Wisata Sungai Suci Kabupaten Bengkulu Tengah. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 6016–6028. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.1153