Diferensiasi Agraria Dan Kerja Upahan Pada Perkebunan Sawit Di Desa Celuak Kabupaten Bangka Tengah
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.1141Keywords:
Diferensiasi Agraria, Sawit, Politik Ekonomi AgrariaAbstract
Penelitian ini menganalisis diferensiasi agraria dan kerja upahan dalam perkembangan perkebunan sawit di Desa Celuak, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah. Sawit tidak ditempatkan sebagai komoditas pertanian semata, namun sebagai sistem produksi yang mengatur akses warga terhadap lahan, modal, program pemerintah, pasar, dan kesempatan kerja. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi lapangan, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perluasan sawit didorong oleh persepsi pendapatan yang lebih rutin, dukungan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), kemitraan kelembagaan, serta melemahnya daya tarik lada akibat biaya produksi dan pemadatan harga. Namun, keuntungan sawit tidak terdistribusi secara setara. Warga yang memiliki lahan memperoleh akses terhadap hasil Tandan Buah Segar (TBS), program bantuan, dan jaringan pemasaran, sedangkan warga tanpa lahan lebih banyak terlibat sebagai buruh harian dalam pembersihan lahan, pemupukan, pemanenan, pengangkutan TBS, dan perawatan kebun. Perbedaan tersebut menunjukkan terbentuknya diferensiasi agraria berbasis kepemilikan lahan dan akses kelembagaan. Temuan utama artikel ini menegaskan bahwa sawit di Desa Celuak menciptakan peluang ekonomi sekaligus memperdalam ketimpangan pedesaan karena sebagian warga mengakses nilai produksi melalui aset, sedangkan sebagian lainnya hanya melalui penjualan tenaga kerja.
Downloads
References
Ahmadi. (2022, December 29). Bangka Tengah remajakan 150 hektare sawit pada 2023.ANTARANewsBangkaBelitung.https://babel.antaranews.com/berita/326928/bangka-tengah-remajakan-150-hektare-sawit-pada-2023
Ahmadi. (2023). Bangka Tengah mendorong petani terus membudidayakan tanaman lada. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/3427365/bangka-tengah-mendorong-petani-terus-membudidayakan-tanaman-lada
Anas, K., Naping, H., Salman, D., & Tenriawaru, A. N. (2025). Differences in assets, strategies, and livelihood outcomes among oil palm smallholder typologies in West Sulawesi, Indonesia. Sustainability, 17(13), 6064. https://doi.org/10.3390/su17136064
Ariyanto, K. (2022). Intervensi pemerintah desa dalam program pembangunan pertanian: Suatu pendekatan ekonomi politik di konteks UU Desa 2014. JIAPI: Jurnal Ilmu Administrasi dan Pemerintahan Indonesia, 3(2), 164-180.
Aulia, A. D., & Kurniati, E. (2024). Penerapan prinsip ekonomi dalam penentuan harga jual lada dan dampaknya terhadap keuntungan petani di Lampung Selatan. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 1(2), 58-70.
Bernstein, H. (2010). Class dynamics of agrarian change. Fernwood Publishing.
Cramb, R., & McCarthy, J. F. (Eds.). (2016). The oil palm complex: Smallholders, agribusiness and the state in Indonesia and Malaysia. NUS Press.
Dharmawan, A. H., Mardiyaningsih, D. I., Komarudin, H., Ghazoul, J., Pacheco, P., & Rahmadian, F. (2020). Dynamics of rural economy: A socio-economic understanding of oil palm expansion and landscape changes in East Kalimantan, Indonesia. Land, 9(7), 213. https://doi.org/10.3390/land9070213
Diskominfosta. (2020). Desa Celuak. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah. https://bangkatengahkab.go.id/halaman/detail/desa-celuak
Kamila, K., Kusmiadi, R., & Aini, S. N. (2019). Pengaruh penundaan waktu perendaman dan pelukaan mekanis terhadap kualitas lada putih Muntok. Jurnal Bioindustri, 1(2), 213-228.
Krishna, V. V., & Kubitza, C. (2021). Impact of oil palm expansion on the provision of private and community goods in rural Indonesia. Ecological Economics, 179, 106829. https://doi.org/10.1016/j.ecolecon.2020.106829
Li, T. M. (2015). Social impacts of oil palm in Indonesia: A gendered perspective from West Kalimantan. CIFOR Occasional Paper. Center for International Forestry Research.
Maryadi, A. S., & Agusta, I. (2016). Analisis usaha tani lada dan arahan pengembangannya di Kabupaten Bangka Tengah. Tata Loka, 18(2), 78-84.
Paramitha, A. P., Mustikarini, E. D., & Khodijah, N. S. (2023). Studi keputusan petani lada putih terhadap penggunaan junjung hidup dalam sistem pertanian berkelanjutan. Enviagro: Jurnal Pertanian dan Lingkungan, 9(1), 7-16.
Ridwan, M., Suhar, A. M., Ulum, B., & Muhammad, F. (2021). Pentingnya penerapan literature review pada penelitian ilmiah. Jurnal Masohi, 2(1), 42-51.
Rizal. (2023, December 1). Sawit PSR di Simpang Katis panen perdana di usia tanam 32 bulan, segini hasilnya. Elaeis.co. https://elaeis.co/berita/baca/sawit-psr-di-simpang-katis-panen-perdana-di-usia-tanam-32-bulan-segini-hasilnya
Rusaidah. (2026). Daftar resmi harga TBS sawit terbaru 1-15 April 2026 di Bangka Belitung. BangkaPos.com. https://bangka.tribunnews.com/
Satriawan, I. (2015). Harga lada tembus Rp170 ribu per kilogram. Bangka.com.
Septi. (2026). Harga lada putih Babel Januari 2026 di tingkat petani dan pasar daring. Babelpos.id. https://babelpos.disway.id/
Wati, S. S., Agustina, F., & Evahelda. (2020). Socio-economic impact of oil palm smallholder’s empowerment program in Bangka Regency: Dampak sosial ekonomi program pemberdayaan petani kebun kelapa sawit rakyat di Kabupaten Bangka. Journal of Integrated Agribusiness, 2(1), 1-19. https://doi.org/10.33019/jia.v2i1.1121
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















