Hubungan Antara Spiritualitas Dengan Self- Forgiveness Warga Binaan Lapas Kelas IIB Takalar

Authors

  • Riska Ayu N. Kamal Universitas Negeri Makassar
  • Ahmad Razak Universitas Negeri Makassar
  • Andi Halima Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.1115

Keywords:

Spiritualitas, Self-Forgiveness, Warga Binaan, Lembaga Pemasyarakatan, Penerimaan Diri

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara spiritualitas dengan self-forgiveness pada warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar. Kehidupan di lembaga pemasyarakatan sering kali diwarnai oleh perasaan bersalah, penyesalan, stigma diri, serta berbagai tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kemampuan individu untuk memaafkan dirinya sendiri. Kondisi tersebut dapat menghambat proses penerimaan diri apabila tidak diimbangi dengan sumber daya internal yang memadai. Spiritualitas dipandang sebagai salah satu sumber daya internal yang dapat membantu individu memperoleh makna hidup, ketenangan batin, penerimaan diri, serta membantu menghadapi berbagai tekanan psikologis selama menjalani masa pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk melihat hubungan antara variabel spiritualitas dan self-forgiveness. Subjek penelitian berjumlah 88 warga binaan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Skala Self-Forgiveness yang dikembangkan oleh Larasati dan Widyastuti serta Spiritual Transcendence Scale-Short Form (STS-SF) yang dikembangkan oleh Piedmont. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara spiritualitas dengan self-forgiveness pada warga binaan Lapas Kelas IIB Takalar (r = 0,432; p = 0,000). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat spiritualitas yang dimiliki warga binaan, maka semakin tinggi pula kemampuan mereka dalam melakukan self-forgiveness. Dengan demikian, spiritualitas dapat dipahami sebagai salah satu faktor internal yang berkontribusi terhadap proses penerimaan diri dan pengurangan emosi negatif pada warga binaan selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aydın, F. (2025). Does Attachment to God Matter? Role of Spiritual Attachment in Mental Health Through Self-Forgiveness: Lessons From Turkish College Sample. Frontiers in Psychology, 16, 1–11. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2025.1603654

Dyson, J., Cobb, M., & Forman, D. (1997). The Meaning of Spirituality: A Literature Review. Journal of Advanced Nursing, 26(6), 1183–1188.

Geitona, M., & Milioni, S. (2016). Health Status and Access to Health Services of Female Prisoners in Greece: A Cross-Sectional Survey. BMC Health Services Research, 16, 243. https://doi.org/10.1186/S12913-016-1506-3

Hall, J. H., & Fincham, F. D. (2005). Self-Forgiveness: The Stepchild of Forgiveness Research. Journal of Social and Clinical Psychology, 24(5), 621–637.

Jankowski, P. J., Sandage, S. J., & Bell, C. A. (2020). Secular and spiritual self-forgiveness: Associations with psychological distress and well-being. Journal of Positive Psychology, 15(6), 741–752. https://doi.org/10.1080/17439760.2019.1651890

Kusuma, S. A., & Yuwono, E. S. (2023). Penerimaan Diri pada Warga Binaan Pemasyarakatan dengan Masa Hukuman Seumur Hidup. Wacana Psikokultural: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1, 42–52.

Larasati, D. A., & Widyastuti, T. (2020). Pengembangan Skala Pemaafan Diri (Self-Forgiveness). Acta Psychologia, 2(2), 80–91.

Maples, J. N., & Walker, M. K. (2022). Finding peace within the walls: Spirituality, perceived divine forgiveness, and self-forgiveness among incarcerated individuals. Journal of Offender Rehabilitation, 61(4), 215–232. https://doi.org/10.1080/10509674.2022.2054611

Piedmont, R. L. (2016). Spiritual Transcendence and the Scientific Study of Spirituality. Journal of Rehabilitation, 67(1), 4–14.

Piedmont, R. L., & Wilkins, T. A. (2020). Understanding the Psychological Soul of Spirituality: A Guidebook for Research and Practice (1st ed.). Routledge.

Pratiwi, N. L., & Rahayu, A. (2024). Peran spiritualitas terhadap pengelolaan rasa bersalah (guilt) dan self-forgiveness pada narapidana di lembaga pemasyarakatan. Jurnal Psikologi Teoretis dan Terapan, 15(2), 184–196. https://doi.org/10.26740/jptt.v15n2.p184-196

Rasyidan, G. A. (2026). Healing Behind Bars: The Role of Guilt, Shame, and Forgiveness in Rebuilding Prisoners’ Future Orientation. Psikostudia, 15(1), 94–101.

Sari, S. S., Sumarna, N., & Kurniawan, S. M. (2021). Regulasi Emosi terhadap Kecemasan Tahanan. Jurnal Psikologi, 2(3), 41–50.

Webb, J. R., Toussaint, L., & Conway-Williams, E. (2021). Forgiveness and health in prison: Spiritual coping mechanisms, self-forgiveness, and physical-mental health outcomes among inmates. International Journal of Prisoner Health, 17(3), 305–319. https://doi.org/10.1108/IJPH-08-2020-0062

Wohl, M. J. A., DeShea, L., & Wahkinney, R. L. (2016). Looking Within: Measuring State Self-Forgiveness and Its Relationship to Psychological Well-Being. Canadian Journal of Behavioural Science, 40(1), 1–10.

Downloads

Published

2026-06-28

How to Cite

Kamal, R. A. N., Razak, A., & Halima, A. (2026). Hubungan Antara Spiritualitas Dengan Self- Forgiveness Warga Binaan Lapas Kelas IIB Takalar. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(2), 5746–5753. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.1115