Analisis Semiotika Alat Dan Bahan Dalam Tradisi Mowuwusoi Pada Suku Moronene Di Kampung Adat Hukaea Laea Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana

Authors

  • Sri Wahdania Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara
  • Muslan Muslan Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara
  • Abdul Sarlan Menungsa Universitas Nahdlatul Ulama Sulawesi Tenggara

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1111

Keywords:

Semiotika, Tradisi Mowuwusoi, Suku Morone, Komunikasi Simbolik, Budaya Lokal

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian tradisi Mowuwusoi sebagai salah satu warisan budaya masyarakat Suku Moronene di Kampung Adat Hukaea Laea, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai upacara syukuran panen, tetapi juga mengandung berbagai simbol yang merepresentasikan nilai-nilai sosial, budaya, dan spiritual masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotika alat dan bahan yang digunakan dalam tradisi Mowuwusoi berdasarkan perspektif semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan tokoh adat, pemangku tradisi, dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan memanfaatkan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat dan bahan dalam tradisi Mowuwusoi memiliki makna pada tiga tingkatan. Pada tingkat denotasi, alat dan bahan dipahami sebagai perlengkapan ritual yang memiliki fungsi praktis dalam pelaksanaan upacara. Pada tingkat konotasi, setiap simbol mencerminkan nilai kehidupan masyarakat Moronene, seperti kerja keras, kebersamaan, kesabaran, rasa syukur, dan penghormatan terhadap alam. Pada tingkat mitos, alat dan bahan tersebut menjadi bagian dari sistem kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun, yang diyakini mampu menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan leluhur, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi Mowuwusoi dengan demikian tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga media komunikasi simbolik yang mempertahankan nilai-nilai lokal di tengah perubahan zaman.

 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Afriana, R., & Syukur, L. O. S. (2019). Ritual Mowuwusoi pada etnis Moronene di Desa Hukaea Laea Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana. Kelisanan Sastra dan Budaya, 2(2), 31–36.

Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.

Arindra, F. (2024). Komunikasi Kesehatan. Jatinangor: CV Mega Press Nusantara.

Elasari, Y., Wulandari, R. Y., Sari, A. N., Armansyah, R., Irawan, S. G., Indah, T., Pradevi, E. L., & Hidayani, N. (2024). Implementasi Fungsi Pengorganisasian dan Pengarahan dalam Manajemen Pelayanan Keperawatan. Pekalongan: PT Nasya Expanding Management.

Fadila, F., Safriani, Eliana, & Khaddafi, M. (2025). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: Wawancara. Intelek Insan Cendekia, 2, 13446–13449.

Harianto, G. P. (2012). Komunikasi dalam Pemberitaan Injil. Surabaya: ANDI.

Hariyanto, D. (2021). Pengantar Ilmu Komunikasi. Sidoarjo: UMSIDA Press.

Hasan, H., Bora, M. A., Afriani, D., Artiani, L. E., Puspitasari, R., Susilawati, A., Dewi, P. M., Asroni, A., Yunesman, Merjani, A., & Hakim, A. R. (2025). Metode Penelitian Kualitatif. Agam: Yayasan Tri Edukasi Ilmiah.

Hasanah, J., & Wisri, W. (2021). Interaksi simbolik tradisi Pandhaba di Situbondo. Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 3(2), 107–113.

Hasibuan, E. J., & Muda, I. (2017). Komunikasi antar budaya pada etnis Gayo dengan etnis Jawa. Simbolika, 3(2), 106–113.

Ibrahim. (2015). Makna dalam komunikasi. IAIN Pontianak, 18–29.

Kurniati, E. (2016). Permainan Tradisional dan Perannya dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Anak. Jakarta: PT Kharisma Putra Utama.

Liliweri, A. (2011). Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Prenada Media Group.

Lusianawati, H., Soemardjo, H. A., Haniza, N., Wattimena, R. S. D., Ambulani, N., Laksono, R. D., Pratikto, R. G., & Larisu, Z. (2025). Psikologi Komunikasi. Padang: CV Hei Publishing Indonesia.

Milyane, T. M., Umiyati, H., & Putri, D. (2022). Pengantar Ilmu Komunikasi. Bandung: Widina Bhakti Persada.

Morissan. (2019). Riset Kualitatif. Jakarta: Kencana.

Mudjiono, Y. (2011). Kajian semiotika dalam film. Jurnal Ilmu Komunikasi, 1(1).

Mujiwati, Y. (2024). Perjalanan Budaya: Eksplorasi Nilai-nilai Budaya Prosesi Pindah Rumah (Boyongan Omah) pada Masyarakat Jawa. Lombok Tengah: Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia.

Munadi, S. S., Rifai, M., & N. (2023). Peran komunikasi verbal dalam penanaman akhlak pada anak usia dini. Ilmu Pendidikan dan Pengajaran, 2, 173–177.

Nazarullail, F. (2025). Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Program Studi Kependidikan. Madiun: CV Bayfa Cendekia Indonesia.

Ningsih, T. (2019). Tradisi Saparan dalam budaya masyarakat Jawa di Lumajang. Kajian Islam dan Budaya, 17, 79–93.

Nofrion. (2016). Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Nurfajriani, W. V., Ilhami, M. W., Mahendra, A., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2024). Triangulasi data dalam analisis data kualitatif. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10, 826–833.

Pambudi, F. B. S. (2023). Buku Ajar Semiotika. Jepara: UNISNU Press.

Parianto, & Marisa, S. (2022). Komunikasi verbal dan non verbal dalam pembelajaran. Analytica Islamica, 11(2), 402–416.

Putra, Y. H., Diva, S. H., & Diana, P. (2022). Merawat Keharmonian Masyarakat Lokal. Sidoarjo: Uwais Inspirasi Indonesia.

Putri, R. D., Ningsih, S., & Setyawati, K. (2024). Manajemen komunikasi dalam pelayanan penerbitan sertifikat tanah di Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat. Journal of Public Affairs, 7(2), 194–212.

Rahmatiqa, C., Sary, A. N., Masdalena, Dewi, A., Sulrieni, I. N., & Dasril, O. (2023). Komunikasi Efektif untuk Mahasiswa Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan. Indramayu: CV Adanu Abimata.

Rahmi, S. (2021). Komunikasi Interpersonal dan Hubungannya dalam Konseling. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.

Ratnawita, T., Tamtomo, T., Muksin, N. N., Gunarso, S., Nataly, F., Suminar, M., Rosalina, I. F., Ashfahani, S., Maduratna, E. S., Saktisyahputra, Sakti, S. R. M., Zahara, N., Mustikadara, I. S., & Asiah, N. (2024). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Riana, N., Purwani, F. E., Shovmayanti, N. A., Rahel, T. L., Sugihanawati, A., Rahma, N., Nahdiana, Herlinah, S., Sabaruddin, & Nurbaiti. (2024). Buku Ajar Pengantar Ilmu Komunikasi. Jambi: PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Ridani, A., & Sudadi. (2024). Komunikasi Pendidikan. Palembang: Bening Media Publishing.

Ridwan, A. (2016). Komunikasi Antarbudaya. Bandung: CV Pustaka Setia.

Riyanto, B. (2024). Komunikasi Antar Budaya. Surakarta: UNISRI Press.

Rumra, M. T., Belekubun, S., Tamher, R. S., & Yudit, Y. (2024). Peran komunikasi organisasi pemerintah ohoi dalam meningkatkan pendidikan di Ohoi Dian Darat Kabupaten Maluku Tenggara. Journal of Communication Research, 2, 46–55.

Rustan, A. S., & Hakki, N. (2017). Pengantar Ilmu Komunikasi. Yogyakarta: CV Budi Utama.

Safira, M. A. (2021). Metodologi penelitian. Universitas di Kediri, 26–36.

Sulistiyo, U. (2019). Buku Ajar Metode Penelitian Kualitatif. Jambi: Salim Media Indonesia.

Wijaya, H. (2018). Analisis Data Kualitatif Ilmu Pendidikan Teologi. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Downloads

Published

2026-08-01

How to Cite

Wahdania, S., Muslan, M., & Menungsa, A. S. (2026). Analisis Semiotika Alat Dan Bahan Dalam Tradisi Mowuwusoi Pada Suku Moronene Di Kampung Adat Hukaea Laea Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 5481–5495. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1111