Etos Berdagang Masyarakat Banjar dalam Perspektif Fikih Muamalah

Authors

  • Imro Atut Toyyibah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Gusti Muzainah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
  • Amelia Rahmaniah Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1043

Keywords:

Etos Berdagang, Masyarakat Banjar, Fikih Muamalah

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etos berdagang masyarakat Banjar dalam perspektif fikih muamalah. Masyarakat Banjar dikenal memiliki tradisi perdagangan yang kuat, yang terbentuk melalui perpaduan antara nilai-nilai budaya lokal dan ajaran Islam. Tradisi tersebut tidak hanya mencerminkan aktivitas ekonomi semata, tetapi juga mengandung nilai moral dan spiritual yang menjadi pedoman dalam menjalankan usaha. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder, seperti buku, artikel ilmiah, jurnal, serta hasil penelitian yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif-kualitatif untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos berdagang masyarakat Banjar dibangun atas nilai-nilai kejujuran (ṣidq), amanah, kerja keras, tanggung jawab, serta semangat kerja sama sosial. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi landasan dalam aktivitas perdagangan, tetapi juga selaras dengan prinsip-prinsip fikih muamalah, seperti keadilan (al-'adl), kerelaan para pihak (taradhi), transparansi, dan kemaslahatan (maslahah). Selain itu, budaya lokal seperti bubuhan yang menekankan solidaritas sosial dan prinsip kurang labih yang mengedepankan sikap saling menghargai turut memperkuat praktik perdagangan yang berorientasi pada keberlanjutan hubungan sosial, kepercayaan, dan keberkahan usaha. Dengan demikian, etos berdagang masyarakat Banjar mencerminkan harmonisasi antara nilai budaya lokal dan prinsip-prinsip hukum Islam dalam mewujudkan aktivitas ekonomi yang etis, adil, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi terhadap penguatan ekonomi masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai syariah.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriati, Yuli, Dasim Budimansyah, Chairil Faif Pasani, dan Encep Syarief Nurdin. “Harmonizing Kuranglabih Values in River-Based Traditional Trade: Lok Baintan Floating Market Study.” Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini 7, no. 5 (21 September 2023): 5221–31. doi:10.31004/obsesi.v7i5.5218.

Ariyadi, Ariyadi. “Budaya Kosmopolitanisme Dalam Praktik Jual Beli Di Pasar Terapung Pada Kalimantan Selatan.” At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi 9, no. 2 (13 Februari 2019): 84–90. doi:10.18592/at-taradhi.v9i2.2510.

Daud, Alfani. Islam dan Masyarakat Banjar: Deskripsi dan Analisa Kebudayaan Banjar. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1997.

Faculty of Business and Economics, Universiti Malaya, Muhammad Nooraiman Zailani, Nurulhuda Mohd Satar, Roza Hazli Zakaria, dan Faculty of Business and Economics, Universiti Malaya. “A Review Of Indicators For The Preservation Of Wealth (Hifz Al-Mal) Based On Maqasid Al-Shariah.” Journal of Islamic Philanthropy and Social Finance 5, no. 1 (1 Maret 2023): 23–29. doi:10.24191/JIPSF/v4n12022_23-29.

Firdaus, Nehna Puteri, dan Zulfa Jamalie. “Pendidikan Islam Berbasis Budaya Lokal: Pasar Terapung dalam Kehidupan Masyarakat Banjar.” Qolamuna 2, no. 2 (2026).

H. Haroen, Nasrun. Fiqh Muamalah. Jakarta: Gaya Media Pratama, 2000.

Hanafiah, Hm. “Akad Jual Beli dalam Tradisi Pasar Terapung Masyarakat Banjar.” Al-Tahrir: Jurnal Pemikiran Islam 15, no. 1 (25 Agustus 2015): 201. doi:10.21154/al-tahrir.v15i1.170.

Hasan, Ahmadi. “Prospek Pengembangan Ekonomi Syariah Di Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan.” AHKAM : Jurnal Ilmu Syariah 14, no. 2 (28 Juli 2014). doi:10.15408/ajis.v14i2.1281.

Hidayat, Yusuf. “Modal Sosial dan Kesuksesan Pedagang Intan Kota Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan.” Dimensi: Journal of Sosiology 10, no. 2 (2017).

Ibrahim, M Maulana Malik, Nuryadin, dan Najminur Hasanatunnida. “Local Wisdom Of The Banjar Community (A Qualitative Study Of The Floating Market Of Siring Tendean)” 7, no. 1 (2026). doi:https://doi.org/10.37567/ijgie.v7i1.5148.

Istiqomah, Ermina, dan Sudjatmiko Setyobudihono. “Nilai Budaya Masyarakat Banjar Kalimantan Selatan: Studi Indigenous.” Jurnal Psikologi Teori dan Terapan 5, no. 1 (9 Oktober 2017): 1. doi:10.26740/jptt.v5n1.p1-6.

Miles, Matthew B., A. Michael Huberman, dan Johnny Saldaña. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. Thousand Oaks: Sage Publications, 2014.

Putra, Edi Susrianto Indra. “Migrasi Orang Banjar Ke Kabupaten Indragiri Hilir (Studi Etno-Sosiologi Tentang Peranan Modal Sosial Dan Jaringan Sosial Orang Banjar).” Edukasi 10, no. 2 (30 November 2022): 141–58. doi:10.61672/judek.v10i2.2375.

R, Nur Huwaida, Liana Apriani, Maya Adelya B, dan Amri Dhimas Maulana. “Nilai-Nilai Sosial dalam Tradisi Pasar Terapung Masyarakat Banjar sebagai Media Penguatan Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran IPS” 3, no. 3 (2025). doi:https://doi.org/10.65474/56pd3z79.

Ramadania, Fajarika, dan Jamilah. “Kearifan Lokal Banjar Dalam Kumpulan Cerpen Galuh Pasar Terapung Karya Hatmiati Masy’ud (Kajian Etnografi).” Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidika 8, no. 1 (2019). doi:https://doi.org/10.18592/tarbiyah.v8i1.2216.

Sharfina Permata Noor, Erla, Sukarni Sukarni, H.M. Hanafiah, dan Ahmad Muhajir. “Akad Dan Tradisi Jual Beli Masyarakat Banjar Persfektif Hukum Ekonomi Syariah.” Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory 2, no. 2 (13 Juni 2024): 935–57. doi:10.62976/ijijel.v2i2.573.

Susanti, Erma. “Nilai-Nilai Kerja Keras dan NIlai Tanggung Jawab pada Pedagang Pasar Terapung Kuin Alalak Banjarmasin Sebagai Sumber Beajar IPS.” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial 7, no. 2 (2018).

Syahriani, Fadilla, Fini Fajri Mulyani, Fismanelly Fismanelly, Sarah Afifah, dan Alex Medani. “Application of Maqasid Al-Shariah in Islamic Economics and Finance as the Development of Products of Islamic Value.” Hakamain: Journal of Sharia and Law Studies 2, no. 1 (3 Juli 2024): 150–62. doi:10.57255/hakamain.v2i1.322.

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2014.

Zuhaili, Wahbah az-. Al-Fiqh al-Islāmī wa Adillatuhu. Damaskus: Dar al-Fikr, 2005.

Downloads

Published

2026-08-01

How to Cite

Toyyibah, I. A., Muzainah, G., & Rahmaniah, A. (2026). Etos Berdagang Masyarakat Banjar dalam Perspektif Fikih Muamalah. Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research, 4(3), 5421–5433. https://doi.org/10.69693/ijim.v4i3.1043