Efektivitas Penggunaan Tanaman Matoa Sebagai Media Konkret Untuk Meningkatkan Pemahaman Bagian-Bagian Tumbuhan Dan Fungsinya Pada Murid Kelas IV
DOI:
https://doi.org/10.69693/ijim.v4i2.1034Keywords:
Media Konkret, Tanaman Matoa, Pemahaman Konsep, Pembelajaran IPA, Sekolah DasarAbstract
Rendahnya pemahaman murid sekolah dasar terhadap konsep bagian-bagian tumbuhan menunjukkan adanya kebutuhan mendesak akan inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual, konkret, dan berbasis pengalaman langsung. Selama ini, proses pembelajaran cenderung bersifat abstrak, berpusat pada guru, dan hanya mengandalkan buku teks, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami struktur serta fungsi bagian tumbuhan secara utuh dan mendalam. Kondisi ini berdampak pada rendahnya kemampuan murid dalam mengaitkan konsep dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan tanaman matoa sebagai media konkret dalam meningkatkan pemahaman murid kelas IV. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan tanaman lokal sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan yang masih jarang dikaji dalam konteks pendidikan dasar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif untuk memperoleh gambaran yang komprehensif dan mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tanaman matoa mampu meningkatkan pemahaman konsep siswa secara signifikan, meningkatkan keterlibatan aktif dalam pembelajaran, serta membantu murid mengaitkan materi dengan pengalaman nyata. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menarik, bermakna, dan menyenangkan. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pembelajaran IPA yang kontekstual. Dengan demikian, media konkret berbasis lingkungan terbukti efektif dan direkomendasikan untuk diterapkan secara lebih luas serta dikaji lebih lanjut.
Downloads
References
[1] A. H. Kelana, Y. D. Fadhli, and S. Irawan, “Integrasi Etnosains Pinang Dalam Pembelajaran Ipas Sekolah Dasar Sebagai Upaya Penguatan Literasi Sains Berbasis Budaya Papua,” Pendas J. Ilm. Pendidik. Dasar, vol. 10, no. 4, pp. 548–960, 2025.
[2] A. Salsabila, B. Novita, B. Panjaitan, and N. Hasanah, “Analisis Media Pembelajaran Ipas Pada Materi Tanaman Putri Malu Bagi Siswa Sekolah Dasar,” J. Sains Studennt Res., vol. 3, no. 5, pp. 1075–1081, 2025.
[3] Y. Kamakaula, “Meningkatkan Minat Siswa SD pada Pertanian melalui Pendidikan Lingkungan,” J. Obs. J. Pendidik. Anak Usia Dini, vol. 9, no. 1, pp. 49–53, 2025, doi: 10.31004/obsesi.v9i1.6752.
[4] F. D. Setyaningrum, D. Masithoh, G. S. Dasar, U. Nahdlatul, and U. Yogyakarta, “Pengembangan Flipbook ‘ Ensiklopedia Tumbuhan ’ Sumber Belajar Sains di Sekolah Dasar,” Scince Educ. Reseach J., vol. 4, no. 1, pp. 11–20, 2025.
[5] Diana Zulyetti, “Studi Pengetahuan Siswa terhadap jenis, Khasiat dan cara Pemanfaatan Tanaman Obat yang terdapat di Lingkungan Sekolah,” BIOEDUSAINS J. Pendidik. Biol. dan Sains, vol. 2, no. 2, pp. 122–132, 2019.
[6] H. Amon and R. D. J. Rempas, “Sebaran Pertumbuhan Alami Matoa ( Pometia Pinnata ) Berdasarkan Ketinggian Tempat di Kelompok Hutan Desa Badaro Kecamatan Modayag Kabupaten Bolaang Mongondow Timur,” Madani J. Ilm. Multidisipline, vol. 3, no. 3, pp. 65–71, 2025.
[7] R. Kartika, “Pola Pengasuhan Anak Pada Orang Tua Tuna Netra (Studi Kasus Klinik Pijat Tuna Netra Barokah),” J. Pendidik. Ilmu Sos., vol. 27, no. 2, p. 156, 2018, doi: 10.17509/jpis.v27i2.14095.
[8] U. A. Wati et al., “Advancing Elementary Education : A Personalized e-Math Approach Using Interactive Gamification,” J. Educ. Res. Eval., vol. 9, no. 2, pp. 330–341, 2025.
[9] M. A. Alam, “Connectivism Learning Theory and Connectivist Approach in Teaching and Learning: A Review of Literature,” Bhartiyam Int. J. Educ. Res., vol. 12, no. 2, pp. 1–15, 2023, [Online]. Available: https://www.researchgate.net/publication/369734538
[10] M. R. Fadli, “Memahami desain metode penelitian kualitatif,” Humanika, vol. 21, no. 1, pp. 33–54, 2021, doi: 10.21831/hum.v21i1.38075.
[11] John W Creswell, Research Design; Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods. SAGE Publications, 2014.
[12] Sugiyono, Metodologi Penelitian Pendidikan (Kualitatif, Kuantitatif, R&D Dan Kombinasi), IV. Bandung: CV. Alfabeta, 2019.
[13] M. B. Miles, A. M. Huberman, and J. Saldana, Qualitative Data Analysis a Methods Sourcebook, 3rd ed. United Kingdom: United States of America Library, 1994.
[14] Z. Ulya, “Penerapan Teori Konstruktivisme Menurut Jean Piaget dan Teori Neuroscience dalam Pendidikan,” Al-Mudarris J. Educ., vol. 7, no. 1, pp. 12–23, 2024, [Online]. Available: https://doi.org/10.32478/vg1nnv56
[15] L. S. Vygotsky, Mind in society: The development of higher psychological processes, vol. 4. Harvard University Press, 1978. [Online]. Available: https://ojs.staisamorapematangsiantar.ac.id/index.php/samora/article/view/67
[16] M. Tua and Adiwirman, “Pertumbuhan dan Perkembangan Buah serta Kadar Gula Buah Tanaman Matoa Kuning (Pometia pinnata Forst),” J. Agric., vol. 19, no. 2, pp. 225–234, 2024.
[17] L. I. Fauziah, A. Sutiyono, N. S. Kahfi, U. Islam, N. Walisongo, and K. Semarang, “Islamic religious education teachers’ parenting in developing children’s religious character,” Inov. Kurikulum, vol. 22, no. 3, pp. 1373–1384, 2025.
[18] C. Johnson and Adarsh Pakide, “The Impact of Gamification in Elementary Education,” J. Res. Humanit. Soc. Sci., vol. 12, no. 11, pp. 147–156, 2020, doi: 10.35629/9467-1211147156.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.


















